Putus Cinta, Remaja Rencanakan Aniaya Pacar

LENDAH (MERAPI)- Kasus penganiayaan terhadap gadis muda warga Senden Sidorejo Lendah Kulonprogo, Nur’aini Latiful Aulia Ulfa (17) mengungkap fakta baru, Rabu (13/1). Pelaku penganiayaan ternyata adalah mantan pacar korban, yakni IH (17), warga Nampan Nomporejo Galur. IH nekat menganiaya lantaran merasa sakit hati setelah diputus korban.
Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, IH tidak ditahan karena usianya masih di bawah 18 tahun atau masih anak-anak. Ia diserahkan kembali kepada orangtuanya dengan surat jaminan pro aktif dan kooperatif atas penyidikan oleh Polsek Lendah setiap saat dibutuhkan penyidik, serta tidak mengulangi perbuatannya.
“Penganiayaan itu dilakukan IH karena sakit hati setelah diputus korban,” kata Jeffry.

Ia menguraikan, penetapan IH sebagai tersangka bermula dari penyelidikan yang dilakukan petugas Polsek Lendah bersama Tim Mawar Polres Kulonprogo, setelah menerima laporan dari korban. Polisi menemukan baket dan alat bukti bahwa pria yang diduga pelaku penganiayaan adalah mantan pacar korban.
Polisi kemudian mendatangi kediaman IH. Namun saat diinterogasi petugas, jawaban IH berbelit-belit sehingga petugas membawanya ke Mapolsek Lendah.
“Saat diinterogasi di Mapolsek Lendah dan ditunjukkan barang bukti, pelaku mengakui semua perbuatanya,” imbuh Jeffry.
Sejumlah barang bukti yang diamankan petugas yakni sepasang sendal jepit biru, tali rafia, dahan pohon yang digunakan untuk menganiaya korban, tas pinggang hitam milik pelaku dan kaos oblong cokelat milik pelaku. Kepadanya disangkakan Pasal 76 C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak . Polisi juga telah berkoordinasi dengan Penasehat Hukum Anak, BAPAS dan Pekerja Sosial Perempuan dan Anak dalam rangka pendampingan kepada korban maupun tersangka saat proses penyidikan berlangsung.

Diberitakan sebelumnya, seorang gadis muda warga Padukuhan Senden, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Lendah, Kulonprogo, Nur’aini Latiful Aulia Ulfa (17), tiba-tiba dianiaya pria tak dikenal di gang dekat rumahnya, Senin (11/1). Beruntung, korban tidak mengalami luka serius karena segera mendapat pertolongan warga. Penganiayaan tersebut terjadi pada pukul 23.00 WIB, saat Nur’aini baru pulang dari acara hadroh di Pondok Pesantren Raudhatul Anwar, Padukuhan Senden dengan mengendarai motor.
Sesampainya di gang jalan masuk menuju rumahnya, Nur’aini dikagetkan dengan adanya tali rafia yang membentang menghalangi jalan. Saat ia berhenti, tiba-tiba muncul laki-laki tak dikenal dari semak-semak dan langsung memukuli korban menggunakan potongan dahan jati. Pria tersebut memukul dari arah samping kiri sebanyak lima kali hingga mengenai pundak dan kepala bagian belakang korban.
Seketika korban berteriak minta tolong. Pelaku melarikan diri dengan cara lari ke arah barat kemudian belok ke utara. Warga pun berdatangan untuk menolong korban. (Unt)

Read previous post:
Bobol Gudang, Satpam dan Karyawan Kerjasama Curi Popok Bayi

Close