Motor Sengaja Ditabrakkan Tembok, Empat Anggota Klitih Jadi Tersangka


YOGYA (MERAPI)- Empat dari sembilan anggota gerombolan klitih ditetapkan sebagai tersangka kasus perusakan motor di halaman Parkir Platinum Game Net Jalan Ipda Tut Harsono, Kelurahan Muja-Muju, Umbulharjo, Yogyakarta. Diduga salah sasaran, mereka merusak motor warga dengan brutal, yakni sengaja ditabrakkan tembok kemudian dipukul menggunakan besi.
Kapolsek Umbulharjo, Kompol Setyo Budiantoro kepada wartawan mengatakan, pelaku adalah MA (19) warga Caturtunggal, Depok, RK (18) warga Ngaglik, MAM (18) warga Mlati dan MHS (16) warga Mantrijeron, Yogyakarta.
“Empat orang ditetapkan sebagai tersangka karena merupakan eksekutor pengrusakan. Sementara 5 lainnya hanya joki atau saksi,” beber Kompol Setyo Budiantoro, Rabu (13/1).
Kompol Setyo Budiantoro mengatakan rombongan klitih itu merusak kendaraan korban Juanda Perwira Putra (18) warga Patehan, Kraton, Yogya akhir pekan lalu. Mereka menabrakkan motor itu kemudian disabet menggunakan besi dan balok hingga rusak.

“Meski tidak ada korban, namun atas peristiwa itu, korban menderita kerugian sekitar Rp 3 juta,” katanya.
Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo Iptu Nuri Aryanto menambahkan, tiga tersangka masih berstatus pelajar. Sedang satu orang lainnya berinisial MA merupakan mahasiswa kampus swasta di Yogyakarta.
Menurutnya, pengrusakan itu diduga salah sasaran. Awalnya para tersangka sengaja mencari seseorang yang sudah menyakiti MA di Jalan Yogya-Solo. Peristiwa itu bermula pada Minggu pekan lalu sekitar pukul 04.30 WIB, rombongan pelaku yang berjumlah 9 orang dengan mengendarai 4 motor itu, melintas di Jalan Kenari, Umbulharjo. Mereka hendak kencari orang yang telah menyakiti MA.
Pada waktu yang bersamaan, rombongan pelaku bertemu korban dan temannya hendak membeli makan. Pelaku mengira korban sebagai orang yang mereka cari. Mereka lalu mengejar korban dan terjadi aksi kejar-kejaran.
Korban yang ketakutan berusaha menyelamat diri kemudian masuk ke area parkiran Platinum Game Net. Karena ketakutan, selanjutnya korban meninggalkan kendaraan di luar dengan kunci yang masih menancap.

Rombongan pelaku ini lantas mengambil motor korban lalu ditabrakan ke tembok. Kemudian terjadilah pengrusakan lainnya yang dilakukan para tersangka, salah satu tersangka inisial MA menggunakan helm ojek online. Usai kejadian itu, para pelaku pun kabur.
Korban yang kembali untuk membawa motornya mendapati kendaraan itu rusak parah. Dia kemudian lapor polisi. Mendapat laporan itu, petugas Polsek Umbulharjo langsung melakukan penyelidikan. Beberapa hari berselang, para pelaku teridentifikasi. Anggota rombongan klitih ini pun berhasil dibekuk polisi di rumahnya masing-masing.
“Motifnya hanya mencari musuh. Karena korban dan rombongan ini enggak saling kenal. Mereka ingin balas dendam,” katanya.
Akibat perbuatannya, keempat tersangka dikenakan pasal 170 KUHP subsider 406 dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara. “Karena masih pelajar kami tidak lakukan penahanan, namun wajib lapor,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Titik Kerumunan Perlu Diantisipasi

SLEMAN (MERAPI)- Selama pelaksanaan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM), Polres Sleman rutin melakukan kegiatan pembagian masker dan hand sanitizer.

Close