TAK MASUK KRITERIA KARENA USIA-Sultan Tak Ikut Gelombang Pertama Vaksinasi Covid-19

YOGYA (MERAPI)-Pemda DIY bakal memulai program vaksinasi corona pada Kamis (14/1). Dalam tahap pertama ini, sebanyak 15 pejabat dan tokoh masyarakat di Yogyakarta rencananya akan divaksin Covid-19 pertama. Gubernur DIY, Sri Sultan HB X dipastikan tidak akan divaksin pada tahap pertama karena tidak masuk kriteria.
“Rencananya ada 15 orang yang akan menerima vaksin pertama termasuk saya, rinciannya ada Wagub, Sekda, tokoh-tokoh agama, perwakilan organisasi profesi, polda dan tokoh masyarakat. Sedangkan pak Gub belum,” kata Kepala Dinas Kesehatan DIY, Pembajun Setyaningastutie kepada wartawan Senin (11/1) melalui zoom.
Dijelaskan, vaksin Sinovac yang akan diberikan memiliki kriteria tertentu, salah satunya usia mulai dari 18-59 tahun. Sedangkan usia Sultan sudah melebihi kriteria.

“Teman-teman sudah tahu kalau Sinovac ini uji trial-nya usia 18-59 tahun. Nah sedangkan yuswo (usia) Ngarsa Dalem sudah di atas itu,” ujarnya.
Pembajun menjelaskan Sultan akan diberi vaksin apabila sudah ada yang diperuntukkan bagi lanjut usia (lansia) sehingga saat ini masih menunggu. Meski begitu, Sultan akan tetap menghadiri kick off vaksin kepada 15 orang tersebut di Bangsal Kepatihan.
“Atas rekomendasi, beliau tidak boleh menerima vaksin Sinovac, nanti ada vaksin untuk lansia, tetapi tetap hadir untuk memberikan dukungan,” lanjutnya.
Kelima belas orang itu, ujar Pembajun, menerima vaksinasi bukan di rumah sakit agar tidak menimbulkan kerumunan karena antusias warga yang melihat. Melainkan dilakukan di Bangsal Kepatihan sekaligus sebagai sarana edukasi.
“Takutnya kalau dilakukan di rumah sakit, masyarakat akan datang untuk melihat langsung (potensi kerumunan),” imbuhnya. Sebelumnya, Yogyakarta menerima vaksi dari Biofarma pada Selasa (5/1) dan saat ini tersimpan di gudang khusus milik Dinas Kesehatan DIY.

Di Bantul, tahap pertama penerima vaksin Sinovac adalah Bupati dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bantul pada 14-15 Januari mendatang.
“Pada prinsipnya kami siap melaksanakan vaksinasi. Untuk itu Bupati Suharsono dan jajaran Forkopimda akan menjalani vaksinasi tahap pertama,” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Budi Raharja SKM MKes, Senin (11/1).
Untuk pelaksanaan vaksinasi, Dinkes Bantul telah berkoordinasi dengan Pemda DIY. Dengan koordinasi tersebut vaksinasi akan dilakukan paling cepat pada pertengahan Januari 2021.
Selain bupati dan jajaran Forkopimda, vaksin Covid-19 akan diberikan kepada para pejabat, tokoh agama dan tokoh masyarakat lainnya. “Kami harapkan nanti ada perwakilan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat yang menjadi penerima pertama,” lanjut Agus menegaskan.

Untuk kesiapan melakukan vaksinasi, Dinkes Bantul telah memberikan pelatihan kepada petugas kesehatan. Sedangkan sarana pendukung juga sudah siap. Sehingga bila nantinya vaksin telah didistribusikan dari DIY akan langsung dilakukan vaksinasi.
Menurutnya, dalam pemberian vaksin Covid-19 tak berbeda dalam vaksinasi jenis lainnya. Untuk pelaksanaan vaksinasi petugas kesehatan dari puskesmas maupun rumah sakit siap.
“Untuk SDM yang melakukan vaksinasi sudah siap. Bahkan sarana dan prasarana juga sudah memenuhi syarat. Dalam memvaksin prosesnya sama, hanya aplikasi yang digunakan sedikit berbeda,” tegas Agus.(C-4/Usa)

Read previous post:
Pembelajaran Ponpes Dimulai, Santri Ikuti Swab Antigen

KARANGANYAR (MERAPI) - Para santri berikut pengurus ponpes mulai menjalani rapid swab antigen jelang pembelajaran di asrama. Itu merupakan salah

Close