‘KREATIVITAS’ PETANI TEMANGGUNG BERUJUNG PENJARA-Dongkrak Nilai Jual, Cabai Hijau Dicat Merah

TEMANGGUNG (MERAPI)- Kreativitas BN petani cabai asal Temanggung ini tidak boleh ditiru. Kesengsem mendapat keuntungan lebih besar dari budidaya cabai rawit dari lahan 1000 meter persegi, ia nekat mengecat cabai yang masih hijau dengan warna merah. Alhasil, ia pun ditahan kepolisian untuk dimintai keterangan.
BN pada wartawan, Kamis (31/12) mengatakan sengaja mengecat cabai yang masih hijau dengan pewarna semprot warna merah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Caranya, cabai yang telah merah ditumpuki cabai hijau, lantas cabai itu disemprot tipis dan dicampur, yang kemudian dimasukkan ke dalam bagor untuk dikirim pada pengepul.
“Cabai hijau yang dicat sekitar 5-6 kilogram, lalu dicampur ke cabai lainnya yang telah semburat merah. Sehingga warna cabai nyaris semuanya merah. Baru kali ini saya mengecat cabai,” kata dia di Mapolres Temanggung.

Dikemukakan pelaku, harga cabai rawit hijau saat ini berkisar Rp 20.000 per kilogram di tingkat petani, sedangkan harga cabai rawit merah harganya mencapai Rp 45.000 per kilogram. Dengan dicat merah, dia berharap mendapat tambahan sekitar Rp 125 ribu.
“Sebenarnya saya juga sadar itu merugikan konsumen, tatapi saya ingin untung. Cabai yang disemprot adalah petikan terakhir yang mulai layu,” kata dia.
Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi mengatakan, BN (35) warga Desa Nampirejo, Kabupaten Temanggung nekat melakukan itu agar cabai hasil panennya laku dengan harga lebih mahal.
Dia mengatakan pelaku diamankan pada Rabu (30/12) malam di rumahnya. Polisi menyita barang bukti berupa cabai hijau yang diberi pewarna oranye dan cat pewarna.

“Pelaku masih dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” kata dia.
Kepolisian, katanya sengaja merilis pengungkapan kasus lebih awal untuk membuat tenang masyarakat dan meminta masyarakat waspada dan tidak ada kegaduhan. Sebab dalam beberapa hari ini pihaknya mendapat kabar adanya distribusi cabai yang tidak sesuai dengan standar kesehatan yang diberi pewarna bukan pewarna makanan.
Kasat Reskrim Polres Temanggung AKP Ni Made Srinitri menambahkan, semula pihaknya mendapatkan informasi adanya dugaan tindak pidana memperdagangkan barang rusak dan tercemar tanpa memberikan informasi lengkap dan benar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (1) UU nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

“Setelah petugas melakukan penyelidikan, kami mendapat informasi bahwa cabai tersebut berasal dari petani Desa Nampirejo, Temanggung,” katanya.
Petugas kemudian mengamankan pelaku dan pelaku mengaku bahwa dirinya telah melakukan pencampuran cabai rawit hijau menggunakan bahan pewarna agar warna cabai tersebut berubah seperti cabai rawit merah.
Dikatakan, pelaku mencampur cabai yang diberi pewarna tersebut dengan cabai berkualitas bagus dan dimasukkan karung kemudian dijual ke pedagang pengumpul. Oleh pedagang kemduian dijual ke Banyumas.
“Alasan pelaku melakukan perbuatan tersebut untuk mendapatkan harga cabai yang lebih tinggi, yang saat ini harga cabai kualitas bagus atau berwarna merah memiliki harga jual lebih bagus dari pada cabai warna hijau,” katanya.
Dikatakan cabai sifatnya panas sehingga setelah dua hari, cat di cabai luntur. “Ini membuat pedagang dan konsumen mengetahui, yang lantas melapor ke polisi,” tandasnya.(Osy)

Read previous post:
1 Rumah Tertimbun Tanah Ruas Jalan Rusak

WONOSARI (MERAPI) - Bencana longsor terjadi dua lokasi saat malam Tahun Baru 2021 di Kabupaten terjadi Gunungkidul Kamis (31/12) malam.

Close