Pandemi Corona, KDRT dan Perampokan di Yogya Meningkat Tajam

DEPOK (MERAPI)- Sepanjang tahun 2020, Polda DIY mencatat angka kriminalitas mencapai 4.695 kasus. Jumlah tersebut meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya, yang hanya 3.453 kasus. Situsasi pandemi corona diduga memicu peningkatan kasus kriminal.
Hal tersebut disampaikan Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar didampingi Wakapolda Brigjend Pol Raden Slamet Santoso dan Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto saat jumpa pers akhir tahun di Mapolda DIY, Selasa (29/12).

“Banyak faktor yang penyebab naiknya kriminalitas, seperti perkembangan situasi terkini. Saat awal pandemi Covid-19, angka kejahatan sempat menurun. Tapi sejak Juli, setelah ada era new normal, kejahatan mulai meningkat,” ucapnya.
Kendati demikian, jelas Asep, Polda DIY juga berhasil mengungkap banyak perkara. Setidaknya ada lima kasus yang paling banyak terjadi, yakni narkoba sebanyak 600 kasus, naik dari tahun sebelumnya sebanyak 514 kasus.
Sedangkan kedua, yakni kasus pencurian dengan pemberatan sebanyak 307 kasus, curanmor 149 kasus, KDRT sebanyak 75 kasus meningkat dari tahun sebelumnya 57 kasus dan juga kasus perampokan (curas) mengalami peningkatan dari 41 kasus menjadi 61 kasus pada tahun ini.

“Terkait kasus KDRT, korbannya mayoritas adalah perempuan dipicu keharmonisan keluarga. Sedangkan kasus curat, curanmor dan curas diprediksi masih akan mendominasi pada tahun 2021,” tandasnya.
Selama tahun 2020, menurut Kapolda DIY, Ditreskrimsus juga menangani dua kasus korupsi dan berhasil menyelamatkan uang negara sekitar Rp 610 juta. Namun demikian, saat ini masih ada salah satu kasus korupsi masih dalam proses penyidikan.
“Potensi uang negara yang akan berhasil diselamatkan juga bisa lebih banyak. Dua kasus korupsi itu adalah, dugaan korupsi di RSUD Wonosari dengan menyita uang negara sebesar Rp 470 juta,” kata Kapolda.

Sisanya, tambah Asep, uang negara yang berhasil diselamatkan dari kantor P4TK Seni dan Budaya DIY tahun anggaran 2016. Kasus ini masih dalam proses, dengan kerugian negara diperkirakan Rp 4,3 miliar dari anggaran sebesar Rp 34,9 miliar.
“Anggota masih terus bekerja di lapangan untuk pengembangan dan melakukan penyelidikan,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Tak Memikirkan Jodoh

SOAL menolak tawaran pekerjaan yang bagus sudah dilapakan Bu Baroto. Toh selama ini usaha yang dirintis Marni sudah mampu berkembang

Close