POSITIF COVID-19 TAMBAH 242-3 Perawat Terpapar Corona, IGD RSUD Wonosari Tutup


WONOSARI (MERAPI)- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari Kabupaten Gunungkidul terpaksa mengambil kebijakan menutup pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) mulai Selasa (22/12) pukul 18.00 WIB hingga Rabu (23/12) pukul 18.00 WIB. Langkah ini dilakukan menyusul adanya sejumlah tenaga kesehatan (perawat) positif terkonfirmasi Covid-19 sehingga diperlukan sterilisasi.
“Terdapat 3 perawat IGD yang dinyatakan positif dan saat ini sudah kita lakukan antisipasi,” kata Direktur RSUD Wonosari dr Heru Sulistyowati M Kes kepada wartawan, Selasa (22/12).
Dijelaskan, terkait penanganan pasien Covid-19, saat ini terdapat 6 pasien suspect yang belum mendapatkan ruang perawatan. Jika sebelumya disediakan 27 bangsal untuk berbagai kategori usia, kini RSUD kembali menambah lagi 14 bangsal untuk persiapan pasien Covid-19. Sehingga nantinya pasien suspect yang berada di ruang IGD bisa ditempatkan ke ruang perawatan. Dia menambahkan, dengan penutupan IGD, jika nantinya ada pasien yang datang akan diarahkan (dirujuk) ke rumah sakit lain di Gunungkidul. Sedangkan untuk pasien biasa, dianjurkan untuk masuk ke layanan poli RSUD Wonosari. “Sehingga penutupan layanan selama 24 jam ini khusus untuk IGD RSUD Wonosari saja,” imbuhnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes menambahkan, bahwa dalam beberapa hari terakhir ini jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 terjadi peningkatan terhitung dari Kamis (17/12) hingga Senin (21/12). Jumlah warga terkonfirmasi Covid-19 sudah lebih dari 100 orang. Sedangkan jumlah terbanyak pada Sabtu (19/12) terdapat sebanyak 50 warga terkonfirmasi Covid-19. Pihaknya berharap kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, dengan selalu mengenakan masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan yang berpotensi menimbulkan penularan Covid-19. Menurut Dewi, penularan virus berdasarkan penelusuran (tracing) Dinkes Gunungkidul berasal dari klaster keluarga, pondok pesantren, riwayat perjalanan dan tempat fasilitas umum yang hingga kini terus dilakukan penelusuran. “Komitmen menjaga protokol kesehatan adalah kunci utama mencegah penularan Covid-19,” terangnya.

Sementara itu Pemda DIY melaporkan penambahan 242 kasus positif Covid-19 dari 1.462 sampel dan 1.324 orang yang diperiksa sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta menjadi sebanyak 9.925 kasus.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, distribusi kasus terdiri dari 40 warga Kota Yogyakarta, 79 warga Bantul, 34 warga Kulonprogo, 19 warga Gunungkidul, dan 70 warga Sleman.
“Distribusi kasus berdasarkan riwayat terdiri dari 55 kasus periksa mandiri, 127 hasil tracing kasus sebelumnya, lima kasus screening pendidikan, dan 55 kasus belum ada info,” katanya.
Sementara itu dilaporkan jumlah kasus sembuh sebanyak 147 kasus sehingga total kasus sembuh menjadi sebanyak 6.704 kasus, terdiri dari 14 warga Kota Yogyakarta, 53 warga Bantul, 8 warga Kulonprogo, 12 warga Gunungkidul, dan 60 warga Sleman.

“Jumlah kasus meninggal sebanyak 9 kasus sehingga total kasus meninggal menjadi sebanyak 206 kasus,” imbuhnya.
Sembilan kasus meninggal terdiri dari kasus 8.586, perempuan usia 66 tahun warga Bantul, kasus 8.615 perempuan usia 52 tahun warga Bantul, kasus 8.691 Laki-laki usia 75 tahun warga Sleman, kasus 9.224 Laki-laki usia 60 tahun warga Kota Yogyakarta, kasus 9.311 perempuan usia 61 tahun warga Sleman, kasus 9.381 Laki-laki usia 65 tahun warga Kota Yogyakarta, kasus 9.409 perempuan warga Sleman, kasus 9.545 Laki-laki usia 54 tahun warga Sleman, dan kasus 9.930 perempuan usia 78 tahun warga Kota Yogyakarta.(Pur/C-4)

Read previous post:
Cerita Bergambar W.A.S.P

Close