Ngintip Tetangga Cekcok, 2 Mahasiswa Disabet Pedang


SLEMAN (MERAPI)-Seorang pemabuk, AP (24) warga Pandega Karya, Caturtunggal, Depok, Sleman ngamuk. Dia menebas dua tetangganya menggunakan pedang gara-gara kesal diintip saat bertengkar dengan ayahnya. Usai kejadian itu, korban lapor polisi hingga pelaku dibekuk dan ditahan di Polsek Bulaksumur, Kamis (10/12).
Akibat kejadian itu, dua korban yang merupakan mahasiswa ini mengalamai luka di wajah dan tangan. Kapolsek Bulaksumur AKBP Sugiyarto kepada wartawan kemarin mengatakan, pihaknya sudah melakukan penahanan terhadap pelaku. Ia dijerat pasal 170 KUHP tentang penganiayaan menggunakan senjata tajam dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.
“Motif penganiayaan karena tersinggung. Korban menyaksikan pertengkaran pelaku dengan orangtuanya dari balik jendela. Hal itu yang membuat pelaku murka,” kata AKBP Sugiyarto, kemarin.

Dijelaskan, peristiwa penganiayaan yang menimpa dua korban yakni Jia dan Evri berlangsung pada pekan lalu. Saat itu, AP sedang bertengkar dengan ayahnya di rumahnya sekitar pukul 07.30 WIB. Pertengkaran tersebut sampai terdengar keluar rumah.
Kedua korban yang tinggal mengontrak di wilayah itu pun mendengar adanya keributan tersebut. Karena penasaran, dua mahasiswa di sebuh perguruan tinggi swasta ini mengintip dari jendela rumah tersangka.
“Pelaku ini tahu kalau korban mengintip dari jendela. Dia emosi,” ujar Sugiyarto.
Tersangka yang bekerja serabutan ini pun akhirnya mendatangi kontrakan korban dengan penuh emosi. Dia menenteng sebilah pedang yang diambil dari rumahnya.

Di rumah kontrakan tersebut, tersangka bertemu dengan korban Jia dan langsung memukul satu kendaraan sepeda motor yang ada di sana. Pedang itu mengenai dasbor depan sampai terbelah dan lampu depan pecah.
“Pelaku ini bilang ‘Kamu terima enggak motor ini saya rusak’. Tapi oleh korban Jia tidak memberikan respons hanya tersenyum melihat perlakuan tersangka,” jelasnya.
Pelaku yang marah, lantas mengayunkan kembali pedang ke arah korban Jia, sehingga mengenai pipi dan kelopak mata. Mendengar adanya ribut-ribut, Evri kemudian keluar mendekati kedua orang tersebut.
Nahas, korban Evri justru diserang juga oleh tersangka dengan satu kali ayunan pedang dari atas ke bawah. Saat korban berusaha melakukan perlawanan, pedang itu mengenai tangan sebelah kiri hingga akhirnya terluka.

Kedua korban pun lari, sementara aksi pelaku ini bisa dihentikan oleh orangtuanya. Pelaku diakui Sugiyarto sempat mengancam korban.
“Kalau korban lapor polisi, nanti pelaku mengancam akan melakukan tindakan lebih kejam lagi,” tambah Kanit Reskrim Polsek Bulaksumur Iptu Fendi Timur.
Usai kejadian itu, tersangka kabur dari rumah tanpa sepengetahuan orangtuanya. Sementara korban lapor polisi. Saat pelaku pulang ke rumah, petugas dengan cepat menyergap pelaku dan membawa ke Polsek Bulaksumur beserta barang bukti berupa sebilah pedang.
“Saat melakukan penganiayaan, pelaku itu terpengaruh alkohol. Dia mabuk sampai subuh. Paginya cekcok dengan ayahnya,” pungkasnya.(Shn)

Read previous post:
Kehadiran Anak Melengkapi Kebahagiaan

MENJALANI kehidupan baru, awalnya terasa kikuk bagi Dirga. Dalam hati kecilnya ia sebenarnya tak tega, saat menikmati malam pengantin bersama

Close