ANGGOTA KPPS MENINGGAL JELANG BERTUGAS-Pasien Positif Covid-19 Ikut Nyoblos


WONOSARI (MERAPI)- Pilkada di Sleman, Gunungkidul dan Bantul berjalan sukses dan demokratis, Rabu (9/12). Tak hanya warga awam, bahkan pengungsi di lereng Gunung Merapi hingga pasien positif corona pun diberikan kesempatan nyoblos.
Di Gunungkidul, Sebanyak lima warga Gunungkidul yang menjalani karantina di RSUD Saptosari, Gunungkidul karena terkonfirmasi positif Covid-19 tetap bisa menggunakan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) setempat. Selain pasien Covid-19, tenaga medis juga diberikan kesempatan mencoblos. “Untuk persiapan TPS kita koordinasikan dari persiapan pencoblosan bagi pasien Covid-19 dan sejumlah tenaga medis di RSUD Saptosari,” kata Fajarudin ketua TPS 10 Padukuhan Karang.
Dikatakan, dalam proses pencoblosan di TPS ini, memang ada sejumlah ketentuan dalam pemungutan suara. Selain protokol kesehatan yang diterapkan di Tempat Pemungutan Suara (TPS), petugas harus membuat persiapan khusus untuk memfasilitasi pasien Covid-19.

Dalam pelaksanaannya petugas melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit. Hal tersebut dilakukan agar pasien Covid-19 yang melakukan isolasi di rumah sakit tetap bisa menggunakan hak suaranya. Secara teknis petugas TPS membawa kelengkapan pencoblosan dan mendatangi RSUD dan demi keamanan petugas, mereka dilengkapi dengan alat perlindungan diri. “Mereka didatangi ke lokasi tempat mereka menjalani karantina dan petugas dilengkapi dengan APD,” imbuhnya.
Sementara itu ketua PPS Saptosari, Eko Andang Darmawan mengatakan, pihaknya secara serius sudah mempersiapkan dan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait teknis pelaksanaan pemungutan suara di TPS 10 tersebut. Sebab diakui butuh persiapan khusus mengingat TPS tersebut menjadi yang terdekat dengan RSUD Saptosari. “Sebelumnya kita sudah lakukan komunikasi dengan pihak Rumah Sakit agar kita serius dapat mengupayakan petugas medis maupun pasien Covid-19 bisa menggunakan hak pilihnya,” terangnya.

Di Bantul, Calon Bupati Bantul nomor urut 1 Abdul Halim Muslih dan Calon Bupati Bantul nomor urut 2 Suharsono mengajak masyarakat Kabupaten Bantul untuk melakukan pencoblosan dalam Pilkada Bantul, Rabu (9/12).
Abdul Halim Muslih didampingi istri berjalan kaki menuju TPS 06 Singosaren Wukirsari Imogiri Bantul sekitar pukul 09.00. Ia berharap protokol kesehatan dijalankan sebaik-baiknya karena pelaksanaan pilkada masih dalam kondisi pandemi Covid-19.
“Saya sangat optimis menang, lihat saja hasilnya nanti. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih kepada rakyat Bantul karena ini merupakan pilihan rakyat, siapapun yang menang atau kalah agar bisa menerima dan menghormati keputusan rakyat sebagai pemegang kedaulatan,” lanjutnya menjelaskan.
Sementara Suharsono beserta istri menuju TPS 55 Dusun Ngijo Bangunharjo Sewon Bantul mengendarai sepeda motor pukul 06.45. Setelah menunggu sekitar 15 menit, Suharsono bersama istri mendapat panggilan dan memperoleh urutan pertama untuk menggunakan hak pilihnya.
Suharsono menyatakan, pelaksanaan pilkada kali ini agar dilakukan dengan kompetisi secara sehat. Untuk itu pihaknya berharap warga Bantul menggunakan hak pilihnya dalam berdemokrasi dan tidak ada paksaan.
“Dalam pemilihan itu pasti ada yang menang dan kalah. Semua saya serahkan kepada masyarakat Bantul untuk menentukan siapa pilihannya. Hanya saja kami berharap jangan sampai golput,” tegasnya.

Di Gunungkidul, seorang petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dalam meninggal dunia beberapa saat sebelum menjalankan tugasnya, Rabu (8/12). Korban adalah Warsito (36) warga Padukuhan Gunungcilik Rt 02/RW 02), Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari tersebut sebelumnya tidak punya keluhan sakit. Bahkan malam hari menjelang pelaksanaan Pilkada almarhum masih ikut menyiapkan keperluan untuk pelaksanaa pilkada untuk pagi harinya. “Pada pukul 06.30 WIB, petugas bagian tinta tersebut masih mengirimkan whatsapp kepada ketua KPPS untuk izin terlambat karena tidak enak badan,” kata Kapolsek Gedangsari AKP Solechan Rabu (9/12) kemarin.
Hingga berita ini ditulis belum diketahui penyebab yang bersangkutan meninggal dunia. Namun, sebelum bertugas, dia mengeluh tidak enak badan, dan oleh keluarganya langsung dilarikan ke salah satu rumah sakit di Tegalyoso Klaten, Jawa Tengah. Beberapa saat setelah menjalani perawatan dokter pihak keluarga menerima kabar jika Warsito meninggal dunia. “Satu TPS tempat yang bersangkutan bertugas ada tujuh orang, karena satu meninggal dunia, ke-6 petugas berhasil menyelesaikan pilkada dengan lancar,” imbuhnya.(Pur/Usa)

Read previous post:
7 REMAJA DIAMANKAN-Saling Ejek Berujung Janjian Tawuran

Close