Curi Emas untuk Hadiah Calon Pacar


SAMIGALUH (MERAPI)- Demi memikat pujaan hatinya, seorang pria warga Klegen, Sendangsari Pengasih, Kulonprogo, EP (26), nekat menggasak perhiasan emas milik Aryadi (48), warga Nglambur Sidoharjo Samigaluh. Perhiasan berupa gelang, cincin dan anting curian itu akan diberikan EP kepada calon pacarnya sebagai hadiah. Namun belum sempat diberikan, EP sudah ditangkap polisi.
Saat ditanya wartawan dalam gelar perkara kasus pencurian yang menjeratnya di Mapolres Kulonprogo, Selasa (8/12), EP mengaku sudah berulangkali mencuri dengan dalih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia merupakan pencuri spesialis rumah kosong, namun menentukan target secara spontan.

“Sudah tiga kali ini nyuri, di Kulonprogo dan Pajangan Bantul. Barang curiannya laptop, HP dan perhiasan emas,” kata EP yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sapu.
EP merupakan residivis yang pernah dibui di Rutan Kelas IIB Wates sebelum bebas pada Agustus tahun lalu. Saat itu, ia ditahan lantaran mencuri HP dan laptop yang dijualnya secara online melalui media sosial facebook. Kemudian pada 24 Oktober kemarin, EP mencuri perhiasan emas di kediaman Aryadi.
“Kalau yang ini belum dijual. Mau dipakai sendiri. Nggak pakai surat nggak apa-apa,” ucapnya.
EP berencana memberikan perhiasan itu kepada seorang perempuan warga Wates yang sedang diincarnya untuk dijadikan kekasih. Menurutnya, aksi pencurian itu tidak direncanakan. EP yang sedang mengendarai motor tiba-tiba membatalkan niatnya untuk berkunjung ke rumah teman setelah melihat pohon salak yang sedang berbuah di sepanjang jalan. Ia berniat menanyakan kepada pemilik pohon, namun rumahnya dalam keadaan kosong hingga timbul niat EP untuk mencuri.

“Saya sempat ketok pintu tapi tidak ada orang. Saya lalu masuk lewat pintu depan yang tidak dikunci,” imbuhnya.
EP kemudian menggeledah isi rumah tersebut hingga menemukan perhiasan emas yang disimpan di atas jendela. Perhiasan itu lalu dibawa kabur EP.
Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry mengatakan, penangkapan EP dilakukan pada 1 Desember sekira pukul 01.15 WIB. Keberadaannya diketahui petugas setelah melakukan penyelidikan berbekal keterangan saksi dan hasil olah TKP.
“Ia kami jerat dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” kata Jeffry.

Bersama tersangka, sejumlah barang bukti juga diamankan polisi. Di antaranya, perhiasan emas yang terdiri dari gelang, cincin dan anting-anting, HP juga motor beserta STNK yang digunakan tersangka untuk beraksi, helm dan kaos. Saat ini tersangka masih mendekam di sel tahanan Mapolres Kulonprogo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (Unt)

Read previous post:
Sudirman-Tugu Bebas Parkir Kendaraan

Close