PASIEN CORONA TAMBAH 99-Dua Kepala Dinas Pemkot Yogya Positif Covid-19

JETIS (MERAPI)- Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkot Yogyakarta dinyatakan konfirmasi positif Covid-19. Kali ini menyebar di dua dinas yakni Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) serta Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP). Dua PNS yang positif di antaranya mengenai Kepala Diskominfosan dan Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, Kepala Diskominfosan Kota Yogyakarta dinyatakan positif Covid-19 usai diswab karena kontak erat dengan staf di Diskominfosan yang positif Covid-19. Staf itu memiliki riwayat perjalanan dari Tangerang, Banten.
“Di Diskominfosan ada kepala dinas, sekretaris dinas dan satu staf yang terkena (Covid-19). Makanya kami kurangi aktivitasnya di Diskominfosan,” kata Heroe, Senin (7/12).

Dia menjelaskan, usai dinyatakan positif Covid-19 dilakukan pelacakan kontak erat terhadap Kepala Diskominfosan Kota Yogyakarta. Salah satunya Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta karena pernah berada dalam satu forum, satu meja bersama Kepala Diskominfosan Kota Yogyakarta.
“Kami tracing dan swab hasilnya semalam (kemarin) Kepala Dinas PUPKP juga positif Covid-19. Makanya sekarang Kepala Dinas PUPKP dan staf-stafnya tidak ada yang ke sini karena kami minta isolasi untuk melakukan swab,” terang Heroe saat meninjau penataan kawasan Tugu Yogyakarta.
Menurutnya kondisi Kepala Diskominfosan dan Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta yang positif Covid-19 tidak memiliki gejala, sehingga melakukan isolasi mandiri. Meskipun dari Kepala Dinas PUPKP diketahui positif Covid-19 dari hasil tracing kontak erat Kepala Diskominfosan dan menyebar ke dua dinas, tapi dia menilai hal itu belum bisa dipastikan menjadi klaster Covid-19 di Balaikota Yogyakarta.
“Saat ini tracing masih dilakukan. Memang sudah menyebar ke beberapa. Dari Kepala Diskominfosan ke Dinas PUKP itu sudah masuk penularan generasi ketiga. Tapi kami menunggu kepastian hasil tracing dari Dinas Kesehatan. Apakah ada kaitan keduanya. Kalau ada kaitannya, jadi klaster,” jelas Wakil Walikota Yogyakarta itu.

Pihaknya juga memastikan aktivitas perkantoran di Diskominfosan dan Dinas PUKP Kota Yogyakarta tidak terganggu karena sebagian menerapkan bekerja dari rumah. Terutama yang memiliki kontak erat dan harus isolasi mandiri. Sebelumnya Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta juga dinyatakan positif Covid-19 dan meninggal dunia serta 3 PNS di Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kota Yogyakarta juga positif Covid-19.
Pemkot Yogyakarta mencatat, per Senin (7/12) terdapat pertambahan 44 kasus baru positif Covid-19 dan 12 pasien sembuh atau selesai menjalani isolasi di Kota Yogyakarta. Dengan demikian total ada 250 pasien positif Covid-19 dalam perawatan dan isolasi, 729 sembuh dan 40 meninggal dunia.
Sementara itu, Pemda DIY melaporkan penambahan 99 kasus positif Covid-19 dari 1.193 sampel dan 1.171 orang yang diperiksa sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 7.055 kasus.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan distribusi kasus terdiri dari 18 warga Kota Yogyakarta, 28 warga Bantul, 11 warga Kulonprogo, empat warga Gunungkidul, dan 38 warga Sleman.

“Distribusi kasus terdiri dari 8 kasus periksa mandiri, 58 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, dua kasus screening pendidikan, dan 32 kasus belum ada keterangan,” jelasnya.
Di sisi lain dilaporkan jumlah kasus sembuh sebanyak 59 kasus sehingga total kasus sembuh sebanyak 4.857 kasus, terdiri dari 11 warga Kota Yogyakarta, 14 warga Bantul, dan 34 warga Sleman.
“Satu kasus meninggal, kasus 6.603, perempuan usia 67 tahun warga Gunungkidul. Sehingga total kasus meninggal hingga saat ini sebanyak 153 kasus,” imbuhnya.(Tri/C-4)

Read previous post:
4.431 APARAT POLDA DIY SIAP AMANKAN PILKADA-Jaga TPS Rawan dan Awasi Protokol Kesehatan

Close