PEMBUNUH JANDA JALANI PRAREKONSTRUKSI-Pelaku Menyeret Tubuh Korban dengan Menarik Rambutnya

PAKEM (MERAPI)- Satreskrim Polres Sleman dan Polsek Pakem menggerar pra rekonstruksi kasus pembunuhan janda Sri Utami (40) warga Karangasem Munthok Dlingo, Jumat (4/12) oleh pacarnya, EB (39) warga Kediri, Jumat (4/12). Banyak temuan baru dalam prarekontruksi itu. Termasuk fakta pelaku menyeret tubuh korban dengan menarik rambutnya sebelum diinjak-injak.
Pra rekonstruksi dilakukan di lokasi pembunuhan yakni Kebun Salak Utara Dusun Kemput, Candibinangun, Pakem, Sleman. Dengan pengawalan ketat oleh aparat kepolisian, pelaku memperagakan 30 adegan.
Rekonstruki diawali saat pelaku datang ke TKP, setelah sebelumnya keduanya pergi ke Kinahrejo untuk melihat sunset. Karena terjadi cekcok, pelaku mengajak korban berputar-putar dengan sepeda motor Bajaj Pulser AG 4139 FQ.

Sesampainya di kebun salak utara Dusun Kemput, keduanya kembali cekcok. Pemicunya, korban mengaku punya pacar baru. Pelaku tambah kesal lantaran korban mambandingkannya dengan pacar barunya itu. Saat itu pelaku langsung mencekik dan membenturkan kepala korban ke batu berukuran besar. Setelah tidak sadarkan diri, pelaku lantas membawa korban ke tengah kebun salak.
“Pelaku ini membawa korban ke tengah kebun salak dengan menyeret bagian rambut korban,” kata Kanit II Satreskrim Polres Sleman Ipda Yunanto Kukuh Prabowo di sela prarekonstruksi.
Saat berada di kebun salak, pelaku menginjak-injak kepala korban hingga masuk ke dalam tanah, sebelum akhirnya meninggalkan lokasi. Namun naas dalam pelarian motor pelaku jatuh, tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Korban jatuh ke parit dengan kedalaman sekitar 5 meter karena tidak tahu medan. Pelaku akhirnya ditolong oleh warga sekitar dan meninggalkan lokasi,” katanya.

Kepada penyidik, pelaku mengaku nekat menghabisi nyawa kekasihnya itu karena sakit hati dengan ucapannya. Saat itu korban membandingkan status sosial pelaku dengan pria lain yang tidak lain adalah bacar baru korban.
“Pelaku ini tidak rela, kalau korban punya laki-laki lain, terlebih soal ucapannya itu. Padahal pelaku sudah berencana menikahi korban yang dipacari selama 2 tahun,” ucapnya.
Saking cintanya pelaku dengan korban, dia menuliskan perjalanan cinta dalam empat lembar kertas berjudul “Riwayat Perjalan hidup Sri dan Andi”. Selama dua tahun itu, pelaku menulis dalam kertas dan di tandatangani 13 November 2012.
“Surat itu kita temukan di rumah korban di Dlingo, karena sebelumnya korban juga sempat pulang,” tandasnya.
Menurut Kukuh, pelaku ini tidak rela kalau korban dipacari oleh orang lain. Sehingga dirinya nekat menghabis nyawa korban. Fakta tersebut didapat dari keterangan pelaku dan dari isi surat yang ditulis oleh pelaku.

“Saat korban kenal pelaku, korban sedang mengandung 3 bulan anak orang lain. Tapi pelaku tetap menerimanya. Setelah dua tahun bersama, korban justru mengakhiri hubungan, karena laki-laki lain,” kata Ipda Kukuh.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 338 tentang pembunuhan berencana dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara. Identitas korban juga baru diketahui, setalah pelaku berhasil di tangkap di Sidoarjo Rabu (3/11).
“Keluarga korban tidak mencari karena dikiranya kerja di Malaysia. Karena korban ini seorang TKW dan sering bepergian, sehingga keluarga tidak curiga,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Tim gabungan Opsnal Polsek Pakem, Satreskrim Polres Sleman dan Jatanras Polda DIY akhirnya berhasil mengidentifikasi mayat Sri Utami (40) yang tertimbun tanah dan ditemukan pada Februari 2013 lalu di kebun salak Dusun Kemput, Candibinangun, Pakem. Hal itu tak lepas setelah pelaku pembunuhan yang merupakan pacar korban dibekuk, Rabu (3/11). Pelaku pembunuhan adalah pacar korban, yakni EBP (39) warga Kediri Jawa Timur.(Shn)

Read previous post:
Nyuri Ajak Anak Terekam Kamera CCTV

Close