Janda Dibunuh Pacar, Identitasnya Baru Dikenali Setelah 7 Tahun

DEPOK (MERAPI)- Tim gabungan Opsnal Polsek Pakem, Satreskrim Polres Sleman dan Jatanras Polda DIY akhirnya berhasil mengidentifikasi mayat yang tertimbun tanah dan ditemukan pada Februari 2013 lalu di kebun salak Dusun Kemput, Candibinangun, Pakem. Hal itu tak lepas setelah pelaku pembunuhan yang merupakan pacar korban dibekuk, Rabu (3/11).
Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria SIK didampingi Kabid Humas Kombes Pol Yuliyanto SIK kepada wartawan kemarin mengatakan, pelaku pembunuhan adalah pacar korban, yakni EBP (39) warga Kediri Jawa Timur.

“Alhamdulillah, setelah buron 7 tahun, pelaku berhasil diamankan oleh tim gabungan,” kata Burkan. Dia menambahkan, sementara korban diketahui bernama Sri Utami (40) warga Karangasem, Munthok, Dlingo, Bantul. Sejak mayatnya ditemukan, polisi baru berhasil mengidentifikasi korban kemarin. Menurut Burkan, meski sudah 7 tahun berlalu, namun identitas korban juga tidak diketahui.
“Identitas korban ini baru diketahui setelah pelaku tertangkap. Kemudian kita datangi rumah keluarga korban di Dlingo dan ternyata benar. Selama 7 tahun itu, keluarga juga tidak membuat laporan orang hilang ke polisi,” jelasnya.

Dari tangan pelaku, tambahnya, petugas menyita barang bukti sepeda motor Bajaj Pulser AG 4139FQ dan dua helm full face. Polisi menyebut pelaku nekat menghabisi pacarnya itu karena dibakar cemburu.
Menurut Burkan, mayat korban ditemukan oleh Sarjono (55) warga Wonokerto Turi saat akan memetik salak pada Februari 2013 lalu. Saat itu saksi mencium bau membusuk dan melihat tumpukan daun salak. Saksi lalu membongkar tumpukan daun itu dan melihat mayat perempuan tanpa identitas.

Saat ditemukan, korban mengalami luka pada bagian bahu kiri lecet, lidah menjulur dan keluar, darah keluar dari hidung dan celana, memar pada muka dan leher. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Polsek Pakem.
Mendapat laporan itu, petugas kemudian melakukan penyelidikan di lapangan. Polisi menduga mayat itu korban pembunuhan. Selama bertahun-tahun, penyelidikan belum membuahkan hasil. Minimnya bukti menjadi kendala penyidik dalam pengungkapan kasus pembunuhan tersebut.
Kendati demikian, petugas tidak putus asa guna mengungkap perkara pembunuhan tersebut. Kemudian pada tahun 2020 ini, penyelidikan dibuka ulang dengan mengumpulkan saksi-saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Dari sana petugas mendapatkan banyak petunjuk. Termasuk jenis kendaraan yang digunakan pelaku saat membuang mayat korban. Saat itu muncul dua huruf plat nomor kendaraan asal Jawa Timur. “Motor yang digunakan Sport, tapi bukan buatan Jepang. Sedangkan plat nomor di depan huruf AG,” ucap Burkan.

Berbekal petunjuk tersebut, tim gabungan Polda DIY dipimpin Iptu Wahyu Aji SIK, Kanit II Satreskrim Polres Sleman Ipda Yunanto Kukuh Prabowo dan Reskrim Polsek Pakem Ipda Lilik Mulyadi SH melakukan pendalaman. Hasilnya, polisi berhasil mengidentifikasi pemilik motor itu. Dia diburu ke daerah Sidoarjo sebelum akhirnya polisi menemukan motor itu di daerah Kediri, Jawa Timur. Di sanalah polisi menemukan EBP. Setelah diinterogasi, EBP mengakui aksi pembunuhan itu.
“Saat dilakukan penangkapan, pelaku langsung mengakui perbuatannya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres Sleman,” kata Kombes Burkan.
Dia juga mengakui jika korban merupakan pacarnya asal Bantul. Namun saat hendak dibawa ke Yogya, pelaku berusaha melarikan diri hingga ditembak polisi di bagian kakinya.(Shn)

Read previous post:
Kasus Harian DIY Pecah Rekor, Positif Corona Tambah 189

Close