Kasus Harian DIY Pecah Rekor, Positif Corona Tambah 189

YOGYA (MERAPI)-Pemda DIY mencatat rekor penambahan kasus positif Covid-19 harian pada Kamis (3/12) dengan 189 kasus positif. Angka itu menjadi yang tertinggi sejak kasus pertama Maret 2020. Dengan jumlah ini, sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 6.384 kasus.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, distribusi kasus terdiri dari 41 warga Kota Yogyakarta, 26 warga Bantul, enam warga Kulonprogo, sembilan warga Gunungkidul, dan 107 warga Sleman.
“Distribusi kasus berdasarkan riwayat terdiri dari 35 kasus periksa mandiri, 107 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, 10 kasus hasil screening karyawan, satu kasus perjalanan luar daerah, dan 35 kasus belum ada info,” jelasnya.

Di sisi lain pilaporkan jumlah kasus sembuh sebanyak 77 kasus sehingga total kasus sembuh sebanyak 4.573 kasus, terdiri dari 14 warga Kota Yogyakarta, 13 warga Bantul, tiga warga Kulonprogo, delapan warga Gunungkidul, dan 39 warga Sleman.
“Dilaporkan satu kasus meninggal sehingga total kasus meninggal 148 kasus, yakni kasus 5.694, perempuan usia 58 tahun warga Bantul dengan kormobid Pneumonia,” imbuhnya.
Sementara itu, Pemda DIY juga merespons kabar 33 guru Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 22, Jakarta Barat diberitakan positif Covid-19 diduga usai melakukan perjalanan ke Yogyakarta selama lima hari pada 20 hingga 25 November 2020.

Sekda DIY, Baskara Aji meminta agar diberitahu salah satu Nomor Induk Kepegawaian (NIK) dan nama guru yang mengikuti rombongan, sehingga dapat dilakukan tracing melalui aplikasi Jogja Pass.
“Kalau emang guru itu dari Yogya ya kita sebelumnya ingin mendapatkan informasi guru itu salah satu saja, NIK-nya berapa supaya kita bisa tracing di Jogja Pass,” jelasnya, Kamis (3/12) di Kompleks Kepatihan.
Aji menjelaskan dengan aplikasi dapat ditracing keberadaannya selama berada di Yogyakarta. Setelah itu akan dilakukan pemberitahuan agar pengunjung lain dapat melakukan pengecekan.
Di sisi lain, Kota Yogyakarta masuk zona merah risiko tinggi dalam peta zonasi risiko Covid-19 pemerintah pusat. Namun data itu dipertanyakan karena data di daerah Kota Yogyakarta masih masuk zona oranye risiko sedang. Terkait itu Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta masih mencermati kasus Covid-19 yang ada.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Arryani mengatakan, berdasarkan perhitungan zona risiko oleh sekretariat covid-19 Dinkes Kota Yogyakarta, Kota Yogyakarta masih masuk zona oranye atau risiko sedang. Untuk itu Dinkes Kota Yogyakata mencermati kasus Covid-19 yang ada sekarang.
“Kami baru mencermati kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta. Kalau kemarin Yogyakarta masih resiko sedang berdasarkan perhitungan zona risiko oleh sekretariat covid-19 Dinkes kota,” kata Emma, Kamis (3/12).
Pemkot Yogyakarta mencatat per Kamis (3/12) ada 215 kasus konfirmasi positif Covid-19, 668 sembuh dan 39 meninggal dunia. Jumlah kasus konfirmasi positif yang aktif itu kembali meningkat dibandingkan hari sebelumnya. Sedangkan kasus probable ada 10 dan suspek 36 isolasi.
Pihaknya menegaskan apapun zona risiko Covid-19, semua warga harus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah sebaran Covid-19. Menerapkan 4 M yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Protokol kesehatan itu tidak bisa ditawar. Terutama masker harus selalu dipakai,” tegasnya.
Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi juga menyatakan dari data Pemkot Yogyakarta dan Pemda DIY, Kota Yogyakarta masih masuk zona oranye risiko sedang. Dia menyebut di Kota Yogyakarta rincian peta zona risiko tiap kelurahan yakni ada 6 kelurahan zona kuning atau risiko rendah dan 39 kelurahan zona oranye atau risiko sedang
“Data Kota dan DIY, Kota Yogyakarta zona oranye. Kelurahan di Yogya sebagian besar besar masih masuk zona oranye,” tambahnya.
Pihaknya justru mempertanyakan data peta risiko zona Covid-19 dari pemerintah pusat. Dicontohkan Kota Yogyakarta yang masuk zona oranye di data Pemkot dan Pemda DIY, tapi menjadi merah di data pemerintah pusat. Sedangkan Kabupatan Bantul yang masuk zona merah di data DIY justru tidak merah di data pusat.(C-4/Tri).

Read previous post:
Raspberi Bantu Hindarkan Sakit Sendi

TANAMAN dari keluarga beri-berian cukup beragam jenisnya. Bagian buah tanaman ini diyakini mempunyai nilai gizi dan khasiat kesehatan. Antara lain

Close