Residivis Menjambret untuk Cukupi Biaya Hidup 3 Anak

BANTUL (MERAPI)-Faktor ekonomi menjadi pemicu tersangka BSW melakukan aksi penjambretan kepada seorang guru di Ngestiharjo, kasihan, bantul. Dia mengaku tak punya pekerjaan tetap dan ekonominya memburuk, terutama sata p[andemi corona saat ini.
Kabid Humas Polda DIY, Kombes (Pol) Yulianto SIK MSc kepada wartawan, Rabu (2/12) menjelaskan, tersangka melakukan penjambretan karena tidak memiliki uang untuk menghidupi 3 anaknya setelah berpisah dengan istri. Hingga saat ini tersangka masih bekerja sebagai penjual kayu bekas tetapi tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk menghindari kejadian serupa terulang, Kombes (Pol) Yulianto mengajak masyarakat harus waspada bila bertemu dan melihat kendaraan tanpa plat nomer. Kalau ada masyarakat yang melihat motor tanpa plat motor mesti waspada dan curiga. “Tak mungkin plat jatuh depan belakang,” tegasnya.
Sementara tersangka BSW mengaku sebelum melakukan penjambretan telah melakukan tindak pidana kepemilikan senjata tajam dan pencurian dengan pemberatan (curat). Untuk kasus yang terakhir diakui dilakukan secara spontan tanpa ada perencanaan.
“Saat itu saya mau menyewa truk untuk teman saya. Karena tidak boleh kalau tidak dengan sopir maka tidak jadi. Setelah itu pulang melihat ibu-ibu membawa tas lalu saya rampas,” jelas tersangka.
Setalah berhasil membawa tas ia pun pergi meninggalkan lokasi dan bersembunyi di rumah sebelum akhirnya dia melihat video aksi penjambretannya viral di media sosial.
Seperti diberitakan, seorang residivis, BSW (33) warga Gampingan Pakuncen Wirobrajan Yogyakarta diamankan petugas kepolisian Polres Bantul setelah melakukan aksi penjambretan di wilayah Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Dia menyerahkan diri ke polisi usai aksi penjambretannya terekam CCTV dan viral di media sosial.(Usa)

Read previous post:
DOKU Perluas Akses ‘Pay with Cash’ Google Play di Seluruh Gerai Indomaret

Close