Kasihan dengan Korban, Penjambret Serahkan Diri ke Polisi

BANTUL (MERAPI)-Seorang residivis, BSW (33) warga Gampingan Pakuncen Wirobrajan Yogyakarta diamankan petugas kepolisian Polres Bantul setelah melakukan aksi penjambretan di wilayah Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Dia menyerahkan diri ke polisi usai aksi penjambretannya terekam CCTV dan viral di media sosial.
“Setelah mengetahui video itu viral. Saya kasihan dengan ibu-ibu itu dan menyerahkan diri ke polisi,” ujar BSW ketika diperiksa di Mapolres Bantul, Rabu (2/12).

Kabid Humas Polda DIY, Kombes (Pol) Yulianto SIK MSc dalam keterangan pers di Lobi Polres Bantul kemarin menambahkan, korban aksi penjambretan itu adalah seorang guru.
“Tersangka berhasil kami tangkap setelah melakukan proses pencarian sekitar 4 sampai 5 hari setelah sempat viral di medsos. Perbuatan tersangka kami jerat dengan pasal 365 ayat 1 KUHP dengan ancaman 9 tahun penjara,” ujar
Disebutkan, perbuatan tersangka dilakukan pada Rabu 25 November 2020 pukul 07.30 di Jalan Raya Nitipuran Ngestiharjo Kasihan Bantul. Saat itu korban Menik Remen Lestari, seorang guru SMA bermaksud hendak ke sekolah untuk ikut memperingati hari guru dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy. Dia melaju di Jalan Raya Nitipuran dari arah selatan menuju ke utara.

Tersangka yang mengendarai sepeda motor RX King tanpa plat nomer mengenakan jaket hitam muncul dan mencoba mendahului korban. Saat posisinya dekat, dia merampas tas cangklong di pundak korban. Karena tarikan yang kencang membuat tali tas putus dan korban jatuh ke aspal. Setelah itu tersangka pergi dengan membawa HP Redmi 8 dan uang tunai Rp 200 ribu beserta surat-surat penting.
Setelah terjatuh, korban mengalami luka-luka dan sempat dirawat di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gamping Sleman. Setelah itu korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Kasihan.

Tanpa disangka, aksi penjambretan itu terekam kamera CCTV di sekitar lokasi kejadian. Rekaman itu kemudian dibagikan seorang pengguna media sosial dan viral. Menurut Yuliyanto, pelaku merupakan seorang residivis.
“Selama ini yang bersangkutan berurusan dengan polisi yang ketiga kalinya. Tersangka saat melakukan aksinya memakai motor RX King tanpa plat nomor. Ini dilakukan tersangka untuk menghilangkan jejak agar tidak bisa dilacak,” jelas Kombespol Yulianto.(Usa)

Read previous post:
Digempur Pandemi, Produsen Kecap di Kulonprogo Berinovasi

PRODUSEN kecap di Kulonprogo mengalami masa sulit sejak awal pandemi Covid-19 hingga saat ini. Penurunan jumlah penjualan produk berimbas pada

Close