Pembunuhan Penjual Soto Dipicu Kalah Judi Online

DEPOK (MERAPI)- Usai meringkus pelaku pembunuhan seorang penjual soto Sugiyanto (50) warga Ngasemrejo, Ngawu, Playen, Gunungkidul, polisi menemukan fakta baru. Ternyata kedua tersangka yakni MA (23) warga Dusun Sorowijayan, Banguntapan, Bantul dan DL (23) warga Sitisewu, Sosromenduran, Gedongtengen, Yogyakarta nekat merampok dan membunuh korban usai kalah judi online.
“Keduanya kalah judi online senilai Rp 8 juta. Jadi untuk mencari ganti uang itu, mereka cari sasaran perampokan secara acak,” ujar Direskrimum Polda DIY Kombes Burkan Rudi Satria SIK didampingi Kabid Humas Kombes Yuliyanto SIK saat jumpa pers di Mapolda DIY, Jumat (27/11). Burkan Rudi mengatakan, kedua tersangka ditangkap di wilayah Bandung, Jawa Barat di rumah orangtua tersangka DL.
“Jadi setelah kejadian, kedua tersangka melarikan diri ke Bandung. Perjalanan ditempuh dengan menggunakan bus,” beber Kombes Burkan kepada wartawan, kemarin.

Dikatakan, usai kalah judi, kedua tersangka stres berat. Mereka kemudian berputar otak mencari cara mengembalikan uang Rp 8 juta itu dengan cepat. Akhirnya terbersit di pikiran mereka untuk merampok.
Kemudian pada Rabu (11/11) dinihari lalu, kedua tersangka berkeliling untuk mencari sasaran. Saat melintas di lokasi kejadian, atau Jalan Wonosari-Yogya tikungan Irungpetruk Patuk, kedua tersangka melihat korban melaju sendirian. Melihat kesempatan ini, kedua pelaku langsung beraksi. Korban kemudian dipepet dan ditendang hingga dia jatuh dari sepeda motor.
Setelah korban terjatuh, dalam kondisi mabuk berat, kedua tersangka menusuk korban pada bagian lengan kanan 9 kali, lengan kiri 2 kali, dada 4 kali dan dagu 3 kali. Selanjutnya, kedua tersangka mengambil tas dan dompet milik korban.
“Dompet korban berisi uang Rp 1.500.000 dan tas hitam di dalamnya ada uang Rp 180.000. Semua uang habis untuk perjalanan ke Bandung,” katanya.

Menurutnya, tersangka ditangkap berkat ada satu petunjuk yang mengarah bahwa mereka berada di Bandung. Sebelum kabur, ujar Burkan, salah satu tersangka sempat meminta seseorang mengirim barang ke alamat orangtuanya di Bandung. “Berbekal info itu, selanjutnya petugas melakukan penangkapan,” jelasnya.
Dari penangkapan tersebut, petugas juga mengamankan barang bukti berupa 1 buah pisau sangkur dengan ujung pisau yang patah dan satu unit sepeda motor Yamaha MX yang digunakan sebagai sarana kejahatan tersangka.
Dijelaskan Burkan, dari hasil pemeriksaan, sebelum melakukan aksi kejahatan, kedua tersangka ini terlebih mabuk miras.
Kasat Reskrim Polres Gunungkidul Iptu Riyan Permana Putra SIK menambahkan bahwa tersangka MA menderita penyakit hepatitis. MA menurutnya mempunyai riwayat sebagai peminum minuman keras (miras).
Sehingga pada saat dilakukan penangkapan penyakitnya kambuh. “Dalam kehidupan sehari-harinya tersangka MA juga tak menerapkan hidup bersih. Dia tidak dihadirkan hari ini (jumpa pers kemarin) karena penyakitnya itu,” jelasnya.

Iptu Riyan mengatakan, profesi kedua tersangka ini yakni jual beli top up online, dengan penghasilan sekitar Rp 6 juta tiap bulan. Selain itu, mereka ternyata juga main judi online.
“Kedua tersangka ini hidup bersama dengan mengontrak rumah di sekitar Kecamatan Berbah,” pungkasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, kedua tersangka ditangkap polisi pada Senin (23/11). Dalam berita terdahulu disebutkan jika mereka baru saja menagih utang sebelum merampok. Namun ternyata, mereka kalah judi kemudian merampok korban yang hendak pergi bekerja jual soto di Kota Yogya.(Shn)

Read previous post:
SOSIALISASI PRANATAN ANYAR PLESIRAN JOGJA: Jangan Takut Lagi Menerima Tamu Wisatawan

IMOGIRI (MERAPI) - Pengelola Desa Wisata Karangtengah Imogiri Bantul mengikuti Sosialisasi Pranatan Anyar Plesiran Jogja yang dinisiasi oleh Dinas Pariwisata

Close