CURANMOR MARAK DI YOGYA SAAT PANDEMI CORONA-Operasi 2 Pekan, Polisi Amankan 13 Motor Curian

DEPOK (MERAPI)-Aksi pencurian sepedamotor di Yogya ternyata meningkat saat pandemi corona. Buktinya, Ditreskrimum Polda DIY berhasil menangkap 20 orang tersangka pencurian kendaraan bermotor dan mengamankan 13 motor curian dalam operasi selama dua pekan yakni mulai 11 sampai 24 November 2020.
Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudi Satria SIK didampingi Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto SIK kepada wartawan, Jumat (27/11) mengatakan, selama dua pekan itu, pihaknya berhasil mengungkap sebanyak 19 kasus.

Adapun hasil tersebut meliputi, Ditreskrimum Polda DIY mengungkap 4 kasus dengan 3 tersangka, Polresta Yogya 4 kasus dengan 7 tersangka, Polres Sleman 4 kasus dengan 4 tersangka dan Polres Bantul 3 kasus dengan 3 tersangka.
Kemudian Polres Kulonprogo berhasil mengungkap 2 kasus dengan 2 tersangka serta Polres Gunungkidul mengungkap 2 kasus dengan 1 tersangka. Sedangkan barang bukti di antaranya motor curian 13 unit, pikup 1 unit, handphone 3 buah, BPKB dan STNK 10 buah serta spare part kendaraan 6 buah. “Jadi kita ketahui bersama bahwa kasus curanmor cukup tinggi selama pandemi corona dan sudah meresahkan masyarakat Yogya,” beber Kombes Burkan.

Kombes Burkan menjelaskan, para pelaku curanmor ini beraksi dengan berbagai cara, mulai dari menjebol kontak kendaraan memakai kunci palsu hingga mengambil motor saat kunci tertinggal.
Oleh sebab itu, Kombes Burkan mengimbau masyarakat agar selalu waspada dalam menyimpan kendaraannya, baik itu ketika memarkirkan di dalam rumah maupun di luar. Dia minta warga agar selalu mengunci kendaraanya dengan aman. Sebab pelaku curanmor bisa beraksi di mana saja, mulai kampus, kampung, parkiran hingga persawahan. “Jangan sembarangan menaruh kendaraan, apalagi saat parkir. Seperti di minimarket, biasanya karena cuma sebentar lalu kunci tidak dicabut, termasuk saat di ke sawah kunci ditinggal karena takut jatuh,” tandasnya.
Ia mengungkapkan dalam kasus curanmor yang berhasil diungkap tersebut paling banyak terjadi di kawasan permukiman padat penduduk atau di kawasan parkiran umum. Termasuk tempat usaha, minimarket dan jalan sepi serta persawahan.

“Kalau kendaraan yang banyak diincar oleh para pelaku ini biasanya motor matik, alasannya mudah untuk menjual. Mereka beraksi pada pukul 00.00 WIB-18.00 WIB,” tandasnya.
Burkan juga menyebut jika pelaku beraksi berdasarkan pesanan penadah. “Sesuai dengan pesanan dari si penadah, dan itu macam-macam ada yang motor sport ada juga Matic,” katanya.
Kombes Yuliyanto menambahkan, untuk kasus yang berhasil terungkap itu merupakan hasil dari kerja keras Dit Reskrimum Polda DIY bersama jajaran Kasat Reskrim seluruh Polres/Polresta yang ada di DIY.
“Agar peristiwa serupa tidak terulang, jangan sembarangan saat menaruh kendaraan. Pastikan kendaraan terkunci meski hanya ditinggal sebentar,” pungkasnya. Seperti diketrahui, kedua tersangka dibekuk pada (Shn)

Read previous post:
Sultan Ingatkan Netralitas ASN

Close