HEBOH PASLON PILKADA BANTUL BERI WARGA UANG-Bantah Politik Uang, Siap Laporkan Penyebar Vodeo

BANTUL (MERAPI)- Beberapa hari belakangan beredar video pasangan calon (paslon) Pilkada Bantul, Drs H Suharsono dan Drs H Totok Sudarto MPd (Noto) saat berkunjung ke rumah milik nenek tukang pijat sambil menawarkan uang di tengah masa kampanye. Menanggapi viral video itu, kuasa hukum pasangan Noto, Romi Habie SH menyatakan tak ada kampanye maupun praktik money politics (politik uang) dalam kunjungan itu.
“Pak Suharsono sendiri membenarkan aktivitas yang ada dalam video. Tetapi hal itu tidak terkait dengan kampanye maupun politik uang,” ujar Romi Habie SH kepada wartawan, Jumat (27/11).
Seperti diketahui sebelumnya, Suharsono bersama Totok Sudarto mendapat surat undangan untuk klarifikasi terkait adanya video dugaan money politics yang sempat viral dan beredar di masyarakat. Bawaslu meminta Suharsono datang untuk menyampaikan klarifikasi. Untuk itu paslon Noto datang bersama saksi-saksi yang lain dalam video tersebut dan meminta untuk diperiksa agar semuanya jelas.

Dijelaskannya, sebelum datang ke rumah warga, awalnya Suharsono mengajak teman-temannya makan mie ayam. Tetapi tiba-tiba seorang bernama Aris menyampaikan jika ada seorang tukang pijat yang hidup bersama suami yang sakit-sakitan serta seorang cucu di rumah sederhana. Saat itu Suharsono menghubungi Totok Sudarto mengajak untuk ikut datang bersama-sama mengunjungi nenek itu.
Di dalam rumah tersebut, Suharsono memperkenalkan sebagai Bupati Bantul yang akan mencalonkan lagi. Setelah mendengar cerita nenek penghuni rumah, seorang teman Suharsono bernama Agung secara spontan memberikan uang untuk cucu penghuni rumah yang berusia 5 tahun. Dia iba karena setelah ibunya meninggal, ayah bocah itu pergi.
“Jadi yang memberi uang bukan Pak Harsono tetapi temannya, Pak Agung yang juga bukan tim kampanye,” jelas Romi.

Tetapi ternyata ada pihak lain yang merekam video aktivitas tersebut hingga viral di masyarakat. Untuk itu, kata dia, tim kuasa hukum akan melakukan upaya balik bagi siapapun yang menyebarkan video karena itu termasuk hukum pidana UU ITE. Suharsono merasa keberatan dan nama baiknya dicemarkan.
“Masak kampanye di tempat simbah-simbah. Yang namanya pidana kampanye semua sudah disiapkan dan direncanakan terlebih dahulu. Tetapi hal itu spontan karena diajak orang untuk menengok warga, lalu pidananya di mana,” tanya Romi.
Ketua Bawaslu Bantul, Harlina mengungkapkan pihaknya akan menelusuri semua laporan yang masuk. Hingga kini Bawaslu Bantul masih melakukan pengumpulan bukti dan memeriksa saksi setelah memanggil paslon Noto. Untuk itu hasil periksaan alam disampaikan Bawaslu pekan depan.(Usa)

Read previous post:
Masyarakat Umum Silarang Masuk Barak Pengungsian Merapi

SLEMAN (MERAPI) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman menegaskan bahwa masyarakat umum dilarang masuk ke area barak pengungsian darurat

Close