2 Siswa SD Terpapar Corona, Sekolah Tatap Muka Dihentikan

WONOSARI (MERAPI)-Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Gunungkidul mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara sekolah tatap muka berkala, mulai Kamis (26/11) kemarin menyusul adanya sejumlah guru dan dua murid SD yang terpapar corona. Kebijakan itu tertuang melalui Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Nomor 443/2417/50-1. Di mana dalam surat tersebut menyebutkan terjadi eskalasi kasus Covid-19 di lingkungan sekolah. Untuk itu seluruh sekolah mulai dari TK, SD, SMP diminta melaksanakan Belajar Dari Rumah (BDR) dan menghentikan atau menunda kegiatan tatap muka berkala serta try out ujian. “Semua aktivitas di sekolah dihentikan terlebih dahulu sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid MM.

Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya penularan Covid-19 yang lebih jauh lagi di lingkup sekolah dengan harapan orangtua, siswa dan guru juga warga sekolah termasuk para siswanya aman. Seperti diberitakan sebelumnya pada Senin (23/11) lalu ditemukan 2 siswa SD di Kapanewon Patuk dinyatakan terpapar Covid-19. Dari hasil tracing, mereka tertular corona berasal dari lingkungan sekolah saat mengikuti kegiatan tatap muka berkala. Selain itu ada beberapa guru lain yang juga terpapar. Penularan ini bersumber dari guru asal Kulonprgo yang berstatus suami-istri. Meskipun sekolah tatap muka ditunda, kata Bahron, tetapi guru dari tingkat TK sampai dengan SMP tetap diwajibkan masuk sekolah untuk mempersiapkan materi dan keperluan sekolah lainnya. “Kegiatan belajar di rumah hanya diberlakukan untuk siswa sedangkan guru tetap beraktivitas di sekolah dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Selain menghentikan sementara kegiatan pertemuan berkala, sekolah dan pihak medis setempat terus melakukan tracing untuk memutus penyebaran Covid-19 di lingkup sekolah. Kemudian pihaknya juga mengimbau dilakukan strerilisasi dengan penyemprotan desinfektan dan lainnya.
Terkait dengan penularan tersebut Dinas Kesehatan masih melakukan tracing terhadap beberapa siswa dan guru yang memiliki riwayat kontak dengan pasien positif. “Hingga kini total ada 3 guru dan 2 murid dari kapanewon Patuk yang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Kadinkes Gunungkidul dr Dewi Irawaty M Kes. Hasil penelusuran yang dilakukan Dinkes Gunungkidul, kata Dewi, penularan Covid-19 di lingkungan sekolah pada jenjang pendidikan SD ini berawal dari pasangan suami istri yang bekerja sebagai guru di dua sekolah dasar di Kapanewon Patuk.

Suami istri ini berasal dari Kabupaten Kulonprogo. Diduga memiliki riwayat kontak, guru perempuan ini menularkan covid kepada 2 orang murid, dan suaminya menularkan kepada satu guru rekan kerjanya. Sehingga penularan untuk kedua sekolah ini menjadi sebanyak 5 warga sekolah terdiri dari guru dan siswa. Terkait dengan penularan ini pihaknya terus melakukan tracing dan pemantauan oleh Puskesmas Patuk. “Kita berharap penularan tidak meluas ke siswa maupun guru yang lain,” terangnya.(Pur)

Read previous post:
TEMUKAN INDIKASI POLITIK UANG: Tim Pemenangan Kustini-Danang Kerahkan 86 Advokat

SLEMAN (MERAPI) - Tim Pemenangan Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa membentuk Gugus Tugas Anti Politik Uang (Money Politics). Gugus tugas ini

Close