POLISI GELAR REKONSTRUKSI PEMBUNUHAN BAKUL JAMU-Mabuk Berat, Teman Dikeroyok Sampai Tewas

DEPOK (MERAPI)- Petugas Unit Reskrim Polsek Depok Timur dan Tim Identifikasi Polres Sleman menggelar rekonstruksi kasus penganiayaan yang menewaskan seorang penjual jamu Faisal (22) warga Kaliabu Gamping Sleman, Kamis (26/11) siang. Dari rekontruksi terungkap jika dua pelaku, FE dan AS yang merupakan teman korban, menghabisi Faisal dalam kondisi mabuk berat.
Rekonstruksi yang dipimpin Kapolsek Depok Timur Kompol Suhadi SH MH dan Kanit Reskrim Iptu Aldhino Prima SIK itu digelar di rumah tersangka FE (37) di daerah Kentungan serta selatan Lapangan Kentungan, Condongcatur, Depok, Sleman.
Rumah FE merupakan lokasi penganiayaan, sedangkan Lapangan Kentungan dijadikan tempat pembuangan korban yang sudah tidak bernyawa. Dalam rekonstrukai tersebut mendapat pengalawan ketat dari aparat kepolisian.
“Rekonstruksi ini untuk mencocokkan keterangan saksi dan tersangka. Sehingga mendapat gambaran peristiwa itu secara utuh,” beber Kompol Suhadi, di sela-sela rekonstruksi.

Selain tersangka FE, rekonstruksi juga diikuti oleh tersangka AS (18) warga Bantul dan istri korban sebagai saksi. Pantauan di lapangan, rekontruksi dimulai saat korban yang memboncengkan istrinya tiba di rumah tersangka FE.
Di rumah itu, sudah ada kedua tersangka dan seorang wanita yang diketahui minta dibuatkan tato. Tidak lama kemudian, situasi memanas sehingga terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh kedua tersangka terhadap korban. Saat itu kedua pelaku dalam kondisi mabuk berat. Karena terpengaruh minuman beralkohol, kedua pelaku bahkan ikut menganiaya istri korban. Kedua tersangka lantas meminta istri korban untuk meninggalkan lokasi. Setelah istri korban pulang, kedua tersangka kembali melakukan penganiayaan.

Tak hanya di dalam rumah, penganiayaan yang terjadi pada Senin (9/11) dini hari lalu ini, juga terjadi di halaman rumah. Setelah korban tidak berdaya, selanjutnya korban dibawa ke selatan Lapangan Kentungan dengan naik motor. “Korban dibawa dengan menggunakan sepeda motor. Dibonceng dengan sepeda motor di depan dengan ditutup kain warna merah,” tandasnya.
Dalam kondisi penuh luka, tubuh ayah satu anak itu kemudian ditinggalkan begitu saja oleh tersangka. Peristiwa itu diketahui saat pagi hari, warga melihat korban tergeletak di selatan lapangan dengan kondisi mengenaskan.
“Ada beberapa adegan yang diperagakan oleh kedua tersangka. Motif kasus ini karena sakit hati tersangka kepada korban, tersangka tanpa ampun menghabisi korban,” ucapnya.

Guna memepertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka mendekam di sel tahanan Polsek Depok Timur. Kedua tersangka dijerat Pasal 338 KUHP, Pasal 170 KUHP dan Pasal 365 KUHP ancaman maksimal 15 tahun.
Seperti diberitakan, Faisal dihabisi dengan sadis oleh kedua temannya itu pada Senin (9/11) dinihari. Salah satu pelaku, AS merasa kesal lantaran korban dinilai tak membantu saat dia terlibat cekcok dengan seorang lelaki di wilayah Jombor. Kemudian AS meminta bantuan FE untuk memberi pelajaran kepada korban hingga akhirnya dia tewas.(Shn)

Read previous post:
Kebahagiaan Hidup Hakiki

SETIAP manusia mendambakan kebahagian hidup, yang menurut W.J.S.Poerwadarminta dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, yaitu suatu keadaan atau perasaan senang tenteram

Close