Positif Covid-19 Melonjak, Sehari Tambah 150 Kasus


YOGYA (MERAPI)-Dalam sepekan terakhir, kasus penambahan pasien positif Covid-19 di Yogya melonjak tajam. Pada Rabu (25/11) kemarin, Pemda DIY melaporkan penambahan 150 kasus positif Covid-19 dari 1.214 sampel dan 1.101 orang yang diperiksa sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 5.453 kasus.
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, distribusi kasus berdasarkan domisili terdiri dari 13 kasus warga Kota Yogyakarta, delapan kasus warga Bantul, lima kasus warga Kulonprogo, tiga kasus warga Gunungkidul, dan 121 kasus warga Sleman.
“Distribusi kasus terdiri dari 77 kasus screening pendidikan, lima kasus periksa mandiri, 13 kasus tracing kasus sebelumnya, dan 55 kasus belum ada info,” ungkapnya.

Sementara itu, dilaporkam 144 kasus sembuh sehingga total kasus sembuh sebanyak 4.141 kasus, terdiri dari tujuh warga Kota Yogyakarta, 126 warga Bantul, dan 11 warga Sleman.
“Dilaporkan 3 kasus meninggal sehingga total kasus meninggal sebanyak 136 kasus,” imbuhnya.
Dia mengatakan, distribusi kasus meninggal terdiri dari Kasus 5.242, perempuan 57 tahun warga Bantul, kasus 5.245 perempuan 63 tahun warga Kota Yogyakarta, dan kasus 5.252 laki-laki 45 tahun warga Sleman. Dalam sepekan terakhir, kasus positif corona di Yogya memang melonjak. Rata-rata perhari di atas 70 orang pasien baru. Demikian pula dengan pasien meninggal yang terus meningkat.

Sementara itu pasien konfirmasi positif Covid-19 di Kota Yogyakarat yang meninggal dunia cenderung meningkat dalam beberapa hari ini. Sebagian besar pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia itu karena memiliki penyakit penyerta atau komorbid.
Pemkot Yogyakarta mencatat per Selasa (24/11) kasus konfirmasi positif Covid-19 yang dirawat sebanyak 170 pasien, sembuh 555 pasien dan meninggal 34 pasien. Jumlah kasus yang meninggal itu di antarnya per Selasa (24/11) ada 2 pasien Covid meninggal dunia, Senin (23/11) terdapat 2 pasien positif Covid-19 meninggal dunia, pada Minggu (22/11) ada 3 pasien positif Covid-19 meninggal dunia dan Jumat (20/11) 1 pasien positif Covid-19 meninggal dunia.

“Kebanyakan pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia karena memiliki komorbid atau penyakit penyerta. Kebanyakan pasien Covid-19 yang meninggal karena penyakit diabetes mellitus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Arryani, Rabu (25/11).
Menurut Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, tidak semua pasien positif Covid-19 yang memiliki penyakit penyerta meninggal dunia. Hal tersebut tergantung dari daya tahan tubuh dan kondisi psikologi pasien yang mempengaruhi kesembuhan.
“Tidak semua pasien Covid-19 dengan komorbid berakibat fatal meninggal dunia. Ada yang sehat kembali. Tergantuan kemampuan imunitas dan yang paling penting kondisi psikologis. Karena kondisi psikologi stres pikiran dan mempengaruhi imunitas,” terang Heroe.

Terkait kasus Covid-19 pada 4 PNS Pemkot Yogyakarta masih dilakukan pelacakan. Dia menjelaskan Dinas Kesehatan masih melacak kontak erat kasus Covid-19 pada PNS Pemkot Yogyakarta yakni 1 PNS Dinas Sosial serta 3 PNS Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan. Pelacakan kontak erat untuk mencegah sebaran Covid-19 meluas.
“Kasus Covid-19 Dinas Sosial belum diswab semua karena menunggu perhitungan hari yang tepat untuk mendeteksi karena butuh sekitar lima hari setelah terpapar virus. Beberapa yang ketahuan memiliki kontak erat sudah diminta melakukan isolasi mandiri sekarang,” jelas Wakil Walikota Yogyakarta. Seperti diketahui dua kantor di Pemkot Yogya ditutup sementara setelah sejumlah PNS positif corona, termasuk Dinas Sosial di mana kepala dinas terkonfirmasi terpapar corona.(Tri)

Read previous post:
Gara-gara Putus Cinta

ANGKA bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul cenderung meningkat. Berdasar catatan kepolisian, sepanjang tahun 2020 terdapat 29 kasus bunuh diri, dengan

Close