Dilengkapi QIRS, 4 Pasar Layani Pembayaran Nontunai

YOGYA (HARIAN MERAPI) – Pembayaran jual beli secara nontunai dengan teknologi digital sistem Quick Response Code Indonesia Standar (QRIS) ditambah di beberapa pasar tradisional di Kota Yogyakarta. Semula hanya di Pasar Beringharjo kini ditambah di tiga pasar tradisional.

“Pembayaran menggunakan kode QRIS sudah ada di Pasar Beringharjo, Pasar Kranggan, Pasthy dan Pasar Prawirotaman. Ke depan semua pasar akan kami sediakan layanan pembayaran kode QRIS,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta, Yunianto Dwisutono, Selasa (24/11).

Menurutnya, tambahan layanan pembayaran memakai kode QRIS yang terbaru di Pasar Prawirotaman menggandeng Bank BPD DIY. Sebanyak 619 pedagang Pasar Prawirotaman akan dilengkapi dengan kode QRIS untuk kebutuhan transaksi digital. Caranya dengan memindai QR Code di tiap los dan pembayaran bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai jenis aplikasi pembayaran elektronik.

Pasar Prawirotaman juga akan dilengkapi dengan Mobile Point of Sale (MPOS) yakni alat yang berfungsi sebagai solusi elektronik untuk penerimaan transaksi pembayaran yang bersifat nontagihan dari berbagai saluran pembayaran. Misalnya memakai kartu E-Money BPD DIY Jackcard. Layanan pembayaran tersebut akan diterapkan saat para pedagang Pasar Prawirotaman menempati gedung baru yang telah direvitalisasi.

“Layanan pembayaran nontunai dengan QRIS ini memberikan pilihan ke konsumen saat belanja ke pasar tidak perlu menggunakan uang tunai. Dengan transaksi digital juga dapat meminimalisir persentuhan dan potensi penularan Covid-19 di pasar,” ucapnya.

Layanan pembayaran dengan kode QRIS awalnya diterapkan di sebagian pedagang di Pasar Beringharjo. Dia mengklaim layanan transaksi dengan kode QRIS di Pasar Beringharjo berjalan dengan baik. Hanya saja diakuinya ada sebagian pedagang yang terhambat dalam mengakses kode QRIS karena faktor kemampuan SDM.

“Memang terhambat di faktor SDM para pedagang. Tapi kami upayakan secara personal dan persuasif dengan mitra bank untuk melakukan edukasi ke pedagang terkait pelayanan kode QRIS,” tambah Yunianto.

Secara terpisah Lurah Pasar Beringharjo Barat Juriyadi menyebut sampai kini layanan pembayaran dengan kode QRIS masih sebatas pada sekitar 116 pedagang di Pasar Beringharjo Barat. Misalnya para pedagang kuliner seperti pecel, bakmi dan aneka jajanan lain di sisi barat Pasar Beringharjo.

“Masih seperti yang dulu, tapi rencana semua pedagang. Sepengetahuan saya jarang masyarakat yang menggunakan pembayaran itu. Kode QRIS masih terpasang di tempat berjualan para pedagang,” papar Juriyadi. (Tri)

Read previous post:
ilustrasi
Bakul Soto Ditikam Belati 21 Kali

Close