Sekeluarga Terpapar Corona, 8 Tetangga Ikut Tertular

DANUREJAN (MERAPI)- Kasus konfirmasi positif Covid-19 pada satu keluarga di Kecamatan Danurejan menjadi klaster baru di Kota Yogyakarta. Setelah ditemukan 18 kasus positif Covid-19 dalam satu keluarga, kini jumlah orang yang terpapar bertambah hingga ke luar lingkungan keluarga.
“Kasus positif Covid-19 pada satu keluarga sebanyak 18 orang di Danurejan bertambah. Ada 8 orang tetangganya yang kena positif Covid-19,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Jumat (20/11).
Dia menyampaikan, dari hasil penelusuran 8 orang tetangga yang terpapar virus Corona itu tidak memiliki gejala. Tambahan kasus tanpa gejala tersebut menjalani isolasi mandiri di rumah. Sedangkan 18 kasus positif Covid-19 pada satu keluarga sebagian besar menjalani isolasi di shelter. Dengan demikian total kasus positif Covid-19 dari keluarga di Danurejan menjadi 26 kasus konfirmasi positif Covid-19.

“Dengan tambahan 8 kasus positif Covid-19 di tetangga, maka kasus keluarga di Danurejan sudah menjadi klaster,” ujarnya.
Pihaknya menegaskan, 18 kasus konfirmasi Covid-19 dalam satu keluarga di Danurejan bermula dari awal November saat kepala keluarga meninggal dunia. Sebelum meninggal kepala keluarga itu sudah tes usap. Hasilnya konfirmasi positif Covid-19 diketahui setelah meninggal. Kemudian dilakukan skrining dalam satu rumah 21 orang dan hasilnya 18 orang dinyatakan konfirmasi positif Covid-19.
“Yang belum swab ini bolak balik Surabaya, karena kerja di sana. Yang dari Surabaya ini belum informasi lagi. Kami lakukan skrining berdasarkan kontak erat dengan kasus positif Covid-19,” papar Wakil Walikota Yogyakarta itu.

Diakuinya kepala keluaga yang meninggal positif Covid-19 itu selama ini sering mengantarkan istrinya berjualan makanan keliling Pasar Beringharjo. Pelacakan berjualan di Pasar Beringharjo telah dilakukan. Tapi belum ada yang menyangkut atau memiliki kontak erat dengan istri maupun kepala keluarga positif Covid-19 itu.
“Kami ingatkan kembali protokol kesehatan di lingkungan keluarga karena kadang lemah. Setelah bepergian dari luar rumah segera mandi. Tetap pakai masker dan jaga jarak fisik,” tambah Heroe.
Dia menyebut kasus positif Covid-19 di Kota Yogyakarta didominasi dari penularan keluarga. Dari 64 kasus positif Covid-19 berasal dari 31 keluarga tapi tidak dalam satu klaster. Selain itu ada kasus perkantoran, perjalanan dan tes usap mandiri. Pemkot Yogyakarta mencatas per Kamis (19/11) ada 142 kasus konfirmasi positif Covid-19, 517 sembuh dan 26 meninggal.

Sementara itu Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bantul mencatat penyebaran virus Covid-19 di Bantul meningkat cukup tinggi. Bahkan hingga saat ini telah ditemukan 6 pondok pesantren (ponpes) di Bantul menjadi klaster penyebaran Covid-19.
“Dari hari ke hari, penyebaran Covid-19 terus meningkat dan semakin masif. Sampai sekarang ada 6 ponpes yang menjadi klaster penyebaran Covid-19,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Bantul, Agus Budi Raharja SKM MKes kepada wartawan, Jumat (20/11).
Disebutkan, klaster ponpes tersebut tersebar di empat kecamatan yakni Sewon 3 ponpes, Piyungan, Pajangan dan Pandak masing-masing 1 ponpes. Dari enam ponpes tersebut menyumbang kasus positif Covid-19 cukup banyak.
Selama ini, terjadinya klaster ponpes tersebut diakui berasal dari pengasuh ponpes. Kebanyakan para pengasuh memiliki mobilisasi dan intensitas cukup tinggi dan sering keluar kota.

Sehingga ketika belajar agama seperti semaan kemungkinan besar tidak mengenakan masker. Selain itu interaksi sesama santri termasuk dengan para pengasuh cukup erat dan tidak ada jarak. Hal ini memungkinkan penularan dan penyebaran Covid-19 cukup mudah.
“Untuk itu kami akan terus melakukan tracing, testing hingga treatment. Hal ini dilakukan untuk menelusuri dan mencari lebih jauh penyebaran Covid-19 sehingga dapat dilakukan antisipasi lebih dini,” lanjut Agus menegaskan.
Di sisi lain, Pemda DIY melaporkan penambahan 68 kasus positif Covid-19 dari 1199 sampel dan 1119 orang yang diperiksa sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 5.004 kasus, Jumat (20/11).
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan distribusi kasus terdiri dari 20 kasus warga Kota Yogyakarta, 25 warga Bantul, 7 warga Kulonprogo, 6 warga Gunungkidul, dan 10 warga Sleman.

“Distribusi kasus terdiri dari 24 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, satu kasus periksa mandiri, satu kasus screening karyawan dan 42 kasus belum ada info,” ungkapnya.
Dilaporkan pula jumlah kasus sembuh sebanyak 24 kasus sehingga total kasus sembuh sebanyak 3.786 kasus, terdiri dari 4 warga Kota Yogyakarta, empat warga Bantul, tujuh warga Gunungkidul, dan sembilan warga Sleman.
“Dilaporkan dua kasus meninggal sehingga total kasus meninggal menjadi sebanyak 117 kasus, yakni kasus 4.845, perempuan usia 71 tahun warga Bantul dan kasus 4.344, Laki-laki 56 tahun warga Sleman,” ungkapnya. (Tri/Usa/C-4).

Read previous post:
Bobol 2 Kunci Rahasia, Pencuri Gondhol 27 Ban Truk

Close