Pandemi Corona Tak Surutkan Bisnis Miras

YOGYA (MERAPI)- Di masa pandemi corona seperti saat ini, ternyata bisnis minuman keras (miras) tetap marak. Menyikapi hal ini, Satresnarkoba Polresta Yogyakarta pun gencar melakukan razia peredaran minuman keras (miras) seperti yang dilakukan di sebuah kafe di Kota Yogya akhir pekan lalu. Hasilnya, polisi menyita ratusan botol miras berbagai merek.
Kasat Narkoba Polresta Yogyakarta AKP Andhyka Donny Hendrawan kepada wartawan Rabu (18/11) mengatakan, kafe yang berada di kawasan Jetis Yogyakarta itu digrebek polisi karena kedapatan menyimpan ratusan miras ilegal yang disembunyikan di dalam gudang belakang kafe.

“Penyitaan miras ini merupakan bagian dari operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan Satresnarkoba Polresta Yogya berdasarkan laporan masyarakat,” beber AKP Andhyka Donny Hendrawan. Atas temuan itu, kata dia, pihaknya langsung melakukan penyitaan guna proses penyidikan lebih lanjut. “Saat kami operasi, kami temukan miras tersebut. Miras ditaruh di dalam gudang dengan total sebanyak 367 botol berbagai merk,” katanya. Atas pelanggaran tersebut, pemilik usaha langsung disidangkan di Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta. Dengan adanya operasi pekat ini, diharapkan para pemilik usaha dapat menaati aturan yang berlaku di wilayah setempat terutama terkait pembatasan sosial di massa pandemi corona.

Menurut Donny, miras kerap kali cenderung memicu berbagai aksi kejahatan. Contohnya seperti yang terjadi di Gedongkuning, Bantul pada akhir pekan lalu. Dua orang pemabuk diketahui menganiaya warga hingga masuk rumah sakit gara-gara masalah sepele. Kemudian di Sleman, tewasnya seorang penjual jamu juga dipicu aksi penganiayaan yang dilakukan teman korban saat mabuk. “Operasi ini juga sebagai bentuk efek jera kepada pelaku usaha yang tetap melakukan penjualan miras secara ilegal,” jelasnya.
Dia mengimbau masyarakat di Yogyakarta agar tidak mengkonsumsi miras. “Jauhi miras jenis apa pun. Kalau masyarakat melihat masih ada yang menjual miras, segera lapor kepada kami, akan kami tindak tegas,” imbaunya.

AKP Andhyka menambahkan, pelaku usaha dijerat dengan Pasal 5 ayat (1) Jo Pasal 19 ayat (1) Peraturan Daerah Kota Yogyakarta nomor 7 tahun 1953 tentang Izin penjualan dan pemungutan pajak atas izin menjual minuman keras. (Shn)

Read previous post:
Jeroan Ayam Bantu Cegah Anemia

ASUPAN yang mengandung nilai gizi baik dari satwa maupun tumbuhan perlu rutin dikonsumsi, sebab diyakini mampu mendukung kesehatan secara alami.

Close