Istri Dihamili Ayah Kandung, Suami Lapor Polisi


GALUR (MERAPI)- Seorang ayah warga Sidorejo Banaran Galur Kulonprogo, YD (43), tega menyetubuhi anak kandungnya sendiri, Bunga (18-nama samaran) selama bertahun-tahun. Akibat perbuatan bejat itu, keduanya memliki seorang anak yang kini berusia empat tahun. YD akhirnya mendekam di sel tahanan Mapolres Kulonprogo setelah dilaporkan oleh mantan suami korban, Ardi (25), warga Sumberagung Jetis Bantul.
Kisah yang dialami Bunga bagaikan drama. Ia digauli ayah kandungnya sendiri sejak 2016, saat masih berusia 14 tahun. Persetubuhan itu terjadi di kediaman mereka di Sidorejo Banaran Galur.
Akibat perbuatan bejat YD, Bunga hamil. Untuk menutup aib, YD kemudian meminta Ardi menikahi Bunga dengan iming-iming akan diberikan motor dan rumah. Ardi pun setuju. Saat pernikahan berlangsung, kehamilan Bunga sudah berusia lima bulan.

“Setelah menikah itu, YD melarang Ardi berhubungan suami istri dengan Bunga. Bahkan setelah anak yang dikandungnya lahir, Bunga justru menggugat cerai Ardi,” kata Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan saat merilis kasus ini di Mapolres Kulonprogo, Rabu (18/11).
Ardi merasa kesal. Apalagi, iming-iming hadiah yang dijanjikan YD tak kunjung diberikan. Ia pun melaporkan perbuatan bejat YD terhadap Bunga ke polisi dan dilanjutkan dengan proses penyidikan. Hasilnya, terungkap fakta hukum berupa persetubuhan antara YD dengan anak kandungnya sendiri, Bunga.
Sudarmawan menyebut, sejumlah bukti yang dikumpulkan untuk memperkuat fakta hukum yakni keterangan enam orang saksi, risalah Pengadilan Agama Wates dengan jenis perkara gugatan cerai antara Bunga melawan Ardi, tiga sampel swab atas nama Bunga, YD dan KJS yang merupakan anak Bunga, serta hasil visum dan hasil DNA yang menyatakan bahwa KJS merupakan anak biologis dari Bunga dan YD.

“Kami telah memiliki cukup bukti untuk menetapkan YD sebagai tersangka. Meski tersangka dan korban tidak mengakui adanya persetubuhan, namun penyidik telah melakukan penyidikan dengan profesional, melakukan investigasi juga mengantongi alat bukti kuat dan meyakinkan,” kata Sudarmawan.
Atas hal itu, YD dijerat dengan Pasal 81 ayat 1 dan 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara dan denda maksimal Rp 5 miliar.
Sementara itu, YD memilih banyak diam saat ditanya wartawan perihal kasus yang menjeratnya. Ia membenarkan bahwa Bunga memiliki anak, namun tidak mengakui perbuatannya menyetubuhi Bunga.
“Benar (Bunga punya anak). Nggak (menyetubuhi),” ucapnya singkat. (Unt)

Read previous post:
DKUKMP Bantul Dorong Pemasaran Online

BANTUL (MERAPI) - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian (DKUKMP) Kabupaten Bantul mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Close