Klaster Besar di Kulonprogo, Puluhan Pegawai Pemkab Terpapar Covid-19

WATES (MERAPI) – Puluhan pegawai di lingkup Pemkab Kulonprogo dinyatakan positif terpapar Covid-19, Selasa (17/11). Atas hal ini, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kulonprogo menyatakan adanya klaster terbesar dengan kasus terbanyak, yakni klaster perkantoran.
Klaster perkantoran bermula dari temuan kasus positif di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) kemudian melebar ke Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kulonprogo lantas memperpanjang masa penutupan Kantor Dindukcapil yang semula hingga Rabu (18/11) menjadi Jumat (20/11), untuk keperluan pelacakan kontak erat.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kulonprogo, drg Theodola Baning Rahajujati menyampaikan, pada Selasa (17/11) pihaknya mencatat penambahan 36 kasus positif Covid-19. Dari sekian itu, 25 di antaranya merupakan hasil tracing dari dua kasus sebelumnya yakni pegawai Dindukcapil, KP-274 dan KP-277. Keduanya mengetahui status positif Covid-19 setelah menjalani tes mandiri di rumah sakit karena merasakan gejala.
drg Baning menyebut, 25 kasus baru yang ditemukan pada Selasa (17/11) terdiri dari 19 orang pegawai Dindukcapil, satu orang pegawai Diskominfo, serta lima lainnya berasal dari keluarga.

Pegawai Dindukcapil dan Diskominfo tersebut terdiri dari ASN dan Tenaga Harian Lepas (THL). Seluruhnya kini telah menjalani isolasi untuk mencegah penularan, yakni di RSUD Wates, RSUD NAS dan di rumah masing-masing.
“25 kasus positif yang keluar hari ini adalah hasil swab tes kepada 21 orang pada Sabtu (14/11) dan kepada 31 orang pada Minggu (15/11). Kami juga melakukan swab tes terhadap enam orang pada Senin (16/11) dan 72 orang pada Selasa (17/11),” kata dr Baning.
drg Baning kemudian menyatakan klaster ini sebagai yang terbesar di Kulonprogo selama pandemi Covid-19 dengan penularan di perkantoran. Tim gugus tugas masih terus melakukan tracing terhadap kontak erat kasus positif yang ditemukan, dengan fokus di perkantoran. Sementara tracing keluarga, akan ditangani puskesmas di lokasi domisili kasus positif.
“Kami juga lakukan disinfeksi ulang di kantor-kantor terkait. Mereka yang merupakan kontak erat dan telah menjalani tes swab kami minta Work From Home (WFH) sampai hasil keluar,” tegasnya.

Ditanya terkait kemungkinan penutupan Kantor Diskominfo, drg Baning masih akan melihat apakah terjadi penularan di kantor tersebut. Jika iya, maka akan dilakukan penutupan sementara seperti yang dilakukan terhadap Kantor Dindukcapil. Kebijakan penutupan ini menurut drg Baning telah sesuai dengan Surat Edaran Bupati Kulonprogo nomor 440 tentang Penanganan ASN yang Terpapar Covid-19, disertai rekomendasi dari bidang kesehatan gugus tugas.
“Kami minta masyarakat lebih waspada dan tidak mengabaikan protokol kesehatan,” tegasnya. (Unt)

Read previous post:
Dewan Dukung Perpustakaan Cakruk Sumberan

KASIHAN (MERAPI) - Ketua III DPRD Kabupaten Bantul, Damba Aktivis mendukung penuh pendirian perpustakaan cakruk yang berada di Sumberan Ngestiharjo

Close