Dituduh Cah Klitih, Pemuda Dikeroyok Sampai Bonyok

YOGYA (MERAPI)- Dua pemuda berinisial NP (38) warga Kalangan, Baturetno, Banguntapan, Bantul, dan JN (21) warga Surokarsan, Mergangsan, Yogya ditangkap polisi, Selasa (17/11) usai main hakim sendiri di wilayah Kotagede, Yogya. Mereka menganiaya seorang pemuda yang dituduh sebagai cah klitih. Tak hanya menganiaya, kedua pelaku juga merampas handphone dan dompet korban.
Kapolsek Kotagede Kompol Dwi Tavianto didampingi Kanit Reskrim Iptu Mardiyanto kepada wartawan kemarin membenarkan kejadian ini. Dia menjelaskan, korban ulah kedua pelaku adalah Anton Wijaya warga Rongkop, Gunungkidul. Dikatakan Kapolsek, kejadian tersebut terjadi pada Sabtu (14/11) di Lapangan Karang, Kotagede, Yogyakarta.

“Sebelum peristiwa, korban dibawa oleh kedua pelaku ke Lapangan Karang. Setelah sampai, korban langsung dipukuli dan dompet berikut handphone dirampas,” jelasnya. Dia mengatakan, awalnya pada Sabtu malam korban melintas di wilayah Banguntapan bersama seorang rekannya. Tiba-tiba mereka dicurigai warga setempat sebagai cah klitih. Kemudian, warga mengejar korban, termasuuk kedua pelaku. Pelarian korban sampai di wilayah Koptagede. Dia pun ditangkap kedua pelaku yang kemudian membawanya ke Lapangan Karang. Sampai di sana, kedua pelaku mengeroyok korban dengan brutal hingga dia tak berdaya. Pelaku juga merampas HP dan dompet korban.

Usai kejadian itu, korban pun melapor ke Polsek Kotagede. Polisi segera bertindak. “Korban ini mengenali ciri salah satu tersangka, yakni NP. Kemudian, kita lakukan penyelidikan,” jelasnya. Beberapa hari dilacak, pelaku teridentifikasi. Pada Selasa (17/11) dinihari, pelaku NP diamanan polisi menyusul JN. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap kedua tersangka, petugas mendapati STNK sepeda motor dan KTP korban di dalam dompet tersangka. Selain itu, juga ditemukan handphone korban dari tangan mereka. “Atas barang bukti tersebut, kami langsung menahan kedua tersangka,” pungkasnya.

Menurut Kapolsek Kotagede, aksi pengeroyokan itu salah sasaran. Sebab, korban bukanlah cah klitih dan tak terlibat aksi penganiayaan seperti yang dituduhkan. Yang memberatkan kedua pelaku, aksi penganiaaan itu disertai dengan perampasan hingga bisa disangka dengan pasal pencurian dengan penganiayaan.(Shn)

Read previous post:
Naik Motor Ngebut, Tewas di Atas Jembatan Layang Janti

Close