Pegawai Positif Covid-19, Kantor Dindukcapil Kulonprogo Tutup Sementara

WATES (MERAPI)- Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kulonprogo menutup Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) setempat selama tiga hari, Senin hingga Rabu (16-18/11). Kebijakan ini diambil menyusul adanya pegawai Dindukcapil yang positif terpapar Covid-19 sehingga harus dilakukan disinfeksi dan pelacakan untuk mencegah penyebaran.
Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kulonprogo, Fajar Gegana menyampaikan, pelacakan kontak erat terhadap pegawai Dindukcapil yang positif Covid-19 sudah dilakukan sejak Minggu (15/11). Pelacakan diikuti dengan pelaksanaan tes swab terhadap 39 orang terdiri dari keluarga kasus positif, rekan sekantor dan lintas sektor yang terkategori sebagai kontak erat kasus positif.

“Sekarang masih kita tunggu hasil swabnya. Sementara menunggu, mereka dirumahkan. Kalau nantinya ada yang positif, kita lacak lagi kontak eratnya,” kata Fajar, Senin (16/11).
Hasil swab terhadap 39 kontak erat itu dimungkinkan keluar dalam waktu tiga hari. Fajar menambahkan, tindakan disinfeksi juga telah dilakukan terhadap Kantor Dindukcapil Kulonprogo. Penutupan kantor dilakukan dengan mempertimbangkan keamanan, mengingat cukup banyak masyarakat yang mengakses layanan di Dindukcapil.
“Nanti kalau sudah keluar hasilnya, lalu negatif, mereka bisa bekerja lagi,” imbuh Fajar.
Atas peristiwa ini, Fajar merasa prihatin dan khawatir mengingat pegawai Dindukcapil terpapar Covid-19 setelah melakukan perjalanan ke luar kota. Kasus positif Covid-19 di Kulonprogo belakangan ini memang didominasi oleh pelaku perjalanan dari luar daerah.

“Karenanya, kami minta kepada masyarakat jika ada pendatang dari luar daerah jangan melakukan kontak erat terlebih dahulu,” tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kulonprogo, dr Sri Budi Utami menambahkan, penutupan Dindukcapil direkomendasikan setelah ada kasus positif Covid-19 di lingkungan kantor tersebut. Dinas kemudian melaksanakan disinfeksi di seluruh ruangan kantor Dindukcapil serta melakukan langkah-langkah persiapan sembari menunggu hasil swab dari kontak erat.
“Kita berdoa semoga hasil swab semua negatif, sementara yang terpapar segera sehat dan beraktivitas kembali,” kata dr Sri Budi.
Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kulonprogo, drg Theodola Baning Rahajujati menyampaikan, ada penambahan empat kasus positif Covid-19 di Kulonprogo pada Minggu (15/11).

Keempatnya yakni KP-275 52 tahun laki-laki warga Karangsari Pengasih yang menjalani isolasi mandiri, KP-276 36 tahun laki-laki warga Sukoreno Sentolo yang menjalani isolasi mandiri, Kp-277 53 tahun perempuan warga Beji Wates yang melakukan perjalanan ke Wonogiri dan Salatiga kini menjalani isolasi di RSUD Wates serta KP-278 30 tahun perempuan warga Kulwaru Wates yang menjalani isolasi mandiri.
“Kami melakukan tracing dan menggelar tes swab terhadap 39 orang yang merupakan kontak erat KP-274 37 tahun perempuan warga Kedungsari Pengasih yang telah menjalani isolasi mandiri dan KP-277. Separuh di antaranya bergejala,” tegas drg Baning.
Mengingat Kantor Dindukcapil berhubungan dengan pelayanan masyarakat, drg Baning kemudian mengimbau agar masyarakat yang mengalami gejala batuk, demam, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri menelan atau merasa terganggu pada indera penciuman dan pengecapan segera melakukan tes rapid atau swab di Puskesmas terdekat.

Sementara itu, penutupan sementara terhadap Kantor Dindukcapil Kulonprogo membuat banyak warga kecele. Mereka yang ingin mengakses layanan kependudukan harus putar balik setelah membaca keterangan penutupan di gerbang kantor tersebut.
Abu Isa warga Magelang misalnya, yang datang ke Kantor Dindukcapil Kulonprogo untuk mengurus pindah penduduk. Ia merasa kecewa setelah membaca keterangan penutupan kantor di gerbang Dindukcapil.
“Sebenarnya sudah dengar juga kalau kantor ini tutup karena ada yang positif, tapi saya tetap datang memastikan. Ternyata memang benar. Seharusnya kepengurusan pindah penduduk bisa selesai hari ini, tapi ya sudah lah lain waktu saja,” ucapnya.(Unt)

Read previous post:
Tragisnya Si Penjual Soto

DALAM pekan terakhir ini kita digegerkan dua kasus pembunuhan yang terbilang sangat sadis. Kasus yang pertama, ditemukan mayat penuh luka

Close