KASUS COVID-19 DI YOGYA MELONJAK-18 Orang Satu Keluarga Terpapar Corona

UMBULHARJO (MERAPI)- Kasus konfirmasi Covid-19 di Kota Yogyakarta melonjak signifikan dalam beberapa hari ini. Salah satu di antaranya muncul klaster penularan keluarga di mana 18 orang terpapar virus corona di Kecamatan Danurejan. Untuk itu masyarakat kembali diingatkan terkait menerapkan protokol kesehatan di lingkungan keluarga.
“Penambahan cukup banyak karena ada 18 orang yang terpapar Covid-19 dalam satu keluarga,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi kepada wartawan, Jumat (13/11).
Pemkot Yogyakarta mencatat per Jumat (13/11) total kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 84 kasus, sembuh 483 orang dan 25 orang meninggal dunia. Jumlah kasus konfirmasi Covid-19 itu melonjak sebanyak 24 kasus pada Kamis (12/11). Peningkatan kasus harian tersebut paling tinggi di wilayah Kota Yogyakarta.

“Kebanyakan penularan dari keluarga. Misalnya ada yang melakukan perjalanan dari luar kota lalu mengenai keluarganya. Tapi itu tidak dalam satu klaster,” ujarnya.
Dia menjelaskan untuk kasus konfirmasi Covid-19 yang dialami 18 orang dalam satu keluarga di Danurejan bermulai dari awal November saat kepala keluarga itu meninggal dunia. Sebelum meninggal, kepala keluarga itu sudah tes usap. Hasilnya konfirmasi positif Covid-19 diketahui setelah meninggal. Kemudian dilakukan skrining dalam satu rumah 21 orang.
“Hasilnya 18 orang positif. Satu positif Covid-19 yang meninggal adalah kepala keluarga dan satu belum diswab. Yang belum swab ini bolak balik Surabaya, karena kerja di sana,” papar Wakil Walikota Yogyakarta itu.
Dia menyebut dari 18 orang sekeluarga yang terpapar virus corona sebanyak 16 orang di antaranya tanpa gejala dan 2 orang dirawat inap. Saat ini satu keluarga yang konfirmasi positif Covid-19 itu menjalani isolasi mandiri di rumah. Namun pihaknya juga memantau tim satgas Covid-19 di wilayah untuk memastikan kondisi keluarga itu masih memungkinkan isolasi di rumah atau harus di shelter.

Dia menyampaikan, kepala keluarga yang meninggal positif Covid-19 itu selama ini sering mengantarkan istrinya berjualan makanan keliling Pasar Beringharjo. “Makanya saat ini kami sedang menelusuri jualannya ke mana saja di Beringharjo. Kami juga merencanakan skrining pelacakan di Beringharjo. Penelusuran kami lakukan secara hati-hati,” terangnya.
Sementara itu, Pemda DIY melaporkan penambahan 61 kasus positif Covid-19 dari 567 sampel dan 524 orang yang diperiksa sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 4.460 kasus, Jumat (13/11).
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan distribusi kasus terdiri dari tujuh warga Kota Yogyakarta, 17 warga Bantul, dua warga Kulonprogo, sembilan warga Gunungkidul, dan 26 warga Sleman.

“Distribusi kasus berdasarkan riwayat terdiri dari 35 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, satu kasus kontak dengan orang luar kota, tiga kasus periksa mandiri, dan 22 kasus masih dalam penelusuran,” ungkapnya.
Dilaporkan jumlah kasus sembuh sebanyak 29 kasus sehingga total kasus sembuh sebanyak 3597 kasus, terdiri dari satu warga Kota Yogyakarta, 11 warga Bantul, satu warga Gunungkidul, dan 16 warga Sleman.
“Dilaporkan jumlah kasus meninggal sebanyak dua kasus sehingga total kasus meninggal sebanyak 110 kasus yakni kasus 4.405, perempuan usia 42 tahun warga Gunungkidul dengan kormobid hipertensi dan kasus 4.359, laki-laki usia 61 tahun warga Sleman,” jelas Berty.(Tri/C-4).

Read previous post:
Sleman Gelar “Sleman Virtual Expo”

SLEMAN (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menggelar "Sleman Virtual Expo" untuk membantu promosi dan

Close