POLDA DIY IKUT BURU PEMBUNUH PENJUAL SOTO-Sugiyanti Minta Pembunuh Sugiyanto Dihukum Seberat-beratnya

WONOSARI (MERAPI)– Duka mendalam dirasakan oleh keluarga besar Sugiyanto (52) warga padukuhan Ngasemrejo, Ngawu, Playen, korban pembunuhan yang mayatnya ditemukan di Jalan Yogya-Wonosari Patuk, Gunungkidul. Keluarga berharap pelaku ditangkap dan dihukum seberat-beratnya.
Istri korban, Ny Sugiyanti (46) saat ditemui wartawan, Kamis (12/11) di rumahnya mengaku benar-benar terpukul dengan peristiwa yang dialami oleh suaminya tersebut. Dia mengaku sekitar pukul 04.00 dini hari pada Rabu (11/11) dibangunkan oleh tetangganya yang memberi kabar jika suaminya ditemukan meninggal dunia di Padukuhan Karangsari, Kalurahan Salam, Kapanewon Patuk (Tikungan Irungpetruk). Dia pun kemudian syok dan memberitahu anggota keluarga yang lain. Mereka lantas bergegas ke lokasi kejadian. Saat itu dipastikan korban memang Sugiyanto suaminya. “Kami berharap pelakunya dapat ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” ujar Ny Sugiyanti didampingi kakaknya Sugeng.

Dia menambahkan, suaminya yang sehari-hari berjualan soto di Kampung Prawirotaman, Yogyakarta ini berangkat dari rumahnya di Kalurahan Ngawu, Playen sekitar pukul 02.00 WIB. Sebelumnya dia mampir di rumah temannya untuk suatu keperluan. “Suami saya terbiasa berangkat dari rumah pada pukul 02.00 dengan harapan pada pukul 03.00 bisa melakukan persiapan untuk membuat dagangan,” jelasnya. Namun dua jam usai suaminya keluar rumah, Sugiyanti mendapati kabar mengejutkan itu.
Secara terpisah, Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto mengatakan pihaknya akan membantu Polres Gunungkidul agar kasus ini bisa segera terungkap. “Tim dari Polda DIY juga ikut melakukan olah TKP agar upaya mengungkap kasus ini bisa dimaksimalkan,” katanya.
Saat ini kata dia, pemeriksaan terhadap tubuh korban masih terus dilakukan oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara. Info awal menyebutkan terdapat luka terbuka di lengan kanan dan kiri, dada kanan serta dagu.

“Belum bisa dipastikan luka itu akibat benda tumpul atau benda tajam, tapi memang ada yang luka terbuka sepanjang 5 centimeter,” jelasnya.
Lebih lanjut Yuliyanto berharap keterlibatan masyarakat dengan memberikan informasi terkait kasus itu. Menurutnya, sekecil apapun yang diberikan akan membuat titik terang penyelidikan.
“Kami imbau masyarakat yang mengetahui informasi soal peristiwa itu, segera menghubungi polisi, bisa ke Polsek Patuk, Polres Gunungkidul atau ke Polda DIY,” ucap Kombes Yuliyanto.

Dijelaskan, korban diduga dihabisi antara pukul 02.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. Terkait rumor jika Sugiyanto merupakan korban klitih yang dilakukan oleh anak-anak, Kombes Yuliyanto enggan berspekulasi.
Apalagi, kasus itu masih dalam tahap penyelidikan, sehingga belum ada kepastian siapa pelaku maupun motifnya. Namun kepolisian akan bertindak tegas terhadap pelaku, meskipun jika pelakunya masih di bawah umur.
“Jika pelakunya masih anak-anak akan diproses tanpa ada diversi. Semoga jaksa bisa menuntut maksimal dan hakim bisa memvonis maksimal,” pungkasnya.

Seperti diberitakan, seorang penjual soto ayam bernama Sugiyanto (53) warga Ngawu, Playen, Gunungkidul ditemukan tewas penuh luka tusukan senjata tajam di pinggir jalan nasional Wonosari-Yogya tepatnya di tikungan Irungpetruk, Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Rabu (11/11) dinihari. Polisi menemukan sejumlah luka tusukan di tubuh korban. Jasadnya ditemukan warga yang melintas di lokasi kejadian.(Pur/Shn)

Read previous post:
Sukarelawan Karanganyar Siap Tangani Musibah di Luar Wilayah Kerja

KARANGANYAR (MERAPI) - Para sukarelawan mitra Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar dinilai siap menjalankan misi kemanusiaan saat bencana alam

Close