AWAN PANAS GUNUNG MERAPI BELUM MUNCUL-Kegempaan Meningkat, Guguran Makin Sering Terdengar


UMBULHARJO (MERAPI)- Sepekan usai status dinaikan menjadi Siaga (Level) III, aktivitas Gunung Merapi semakin meningkat. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat kegempaan dan deformasi penggembungan tubuh gunung terus bertambah.
“Semua kegempaan meningkat secara intensif. Guguran sering terdengar dan gempa vulkanik dangkal atau VTB terasa di Pasar Bubar. Di awal pusat kegempaan di dalam, semakin ke sini gempa mendekat,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, dalam jumpa pers melalui video telekonferensi, Rabu (11/11).

BPTKG mencatat dari pengamatan pada Rabu (11/11) terdapat suara guguran 3 kali dan 1 kali teramati dari Pos Babadan mengarah ke Kali Senowo dengan jarak 700 meter. Pada Minggu (8/11) juga teramati guguran dengan jarak luncur 3.000 meter mengarah ke barat. Guguran tidak disertai dengan kejadian awan panas.
Hanik menjelaskan berdasarkan data pemantauan drone per 3 November 2020 tidak teramati material baru di sektor utara, timur dan selatan disebabkan proses runtuh. Sedangkan di sektor barat daya tidak dapat diolah karena kondisi Merapi saat itu asap tebal. Selain itu dia menjelaskan teramati perubahan morfologi dinding kawah terutama di barat dari sisa kubah lava erupsi tahun 1988 dan utara dari sisa kubah lava erupsi tahun 1954 disebabkan proses runtuh karena kondisinya sudah lapuk.

“Saat ini guguran ada di sisi barat – barat laut karena ada perubahan morfologi di sana. Lava atau kubah lava belum muncul di permukaan. Gempa guguran saat ini adalah gempa guguran material lama, sisa erupsi yang dulu-dulu,” paparnya.
Dari pantauan BPPTKG saat ini guguran lava lama atau material dominan ke arah Kali Senowo, Kali Lamat dan Kali Gendol dengan jarak maksimal 3 km untuk Kali Lamat. Sedangkan laju pemendekan EDM (Electronic Distance Measurement) atau penggembungan tubuh gunung kini meningkat menjadi 12 cm/hari dari sebelumnya 11 cm/hari. Berdasakan dari pusat kegempaan atau hiposenter posisi teknan magma saat ini sekitar 1,5 km dari puncak.

Dia menyebut seismisatis saat ini sudah melampui menjelang munculnya kubah lava erupsi tahun 2006 namun lebih rendah daripada kondisi 2010. Untuk BPPTKG memperkirakan 2 kemungkinan erupsi yakni skenario ekstrusi magma dengan cepat dan skenario erupsi eksplosif. Keduanya berimplikasi estimasi waktu jeda yang pendek sampai dengan kejadian erupsi yang membahayakan penduduk, maka status dinaikan menjadi awas.
“Erupsi mirip 2006 tapi juga punya potenis eksplosif karena energi sudah melampaui tahun 2016. Jika terjadi erupsi eksplosif kemungkinan tidak sebesar erupsi tahun 2010,” tambah Hanik.(Tri)

Read previous post:
PELAKSANAAN KONSULTASI PELAJARAN: Disdikpora Minta Kerjasama Sekolah dan Orangtua

BANTUL (MERAPI) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul meminta kerja sama orang tua atau wali serta pihak

Close