BISNIS TERGANGGU AKIBAT UJICOBA PEDESTRIAN-Pengusaha Malioboro Ibaratkan Jatuh Tertimpa Tangga


YOGYA (MERAPI)-Puluhan pengusaha dan pemilik toko yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Malioboro Ahmad Yani (PPMAY) meminta ujicoba pedestrian Malioboro segera dihentikan. Mereka beralasan kebijakan tersebut memukul usaha karena sepinya pembeli.
“Kami minta segera dihentikan (ujicoba pedestrian Malioboro), karena efeknya bagi masyarakat di Malioboro tidak ada, malah justru merugikan,” ungkap Ketua PPMAY Sadana Mulyono, Selasa (10/11) usai mengirimkan surat protes di Kompleks Kepatihan.

Sadana mengatakan sebaiknya ujicoba dilakukan tidak bertepatan dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih belum usai. Dia menjelaskan apa yang dialami pengusaha Malioboro seperti bencana bertubi-tubi. Untuk itu, pihaknya meminta agar kebijakan direvisi dengan pembatasan jam buka tutup jalan.
“Kalau seperti sekarang kan ibarat jatuh tertimpa tangga. Buat saja dari pukul enam sore sampai 10 malam. Dengan begitu kan kami masih bisa angkut barang dan akses masuk masih bisa dilewati,” jelasnya.
Koordinator Lapangan PPMAY, Karyanto Yudomulyono menambahkan pihaknya tidak pernah dilibatkan dan dimintai aspirasi terkait kebijakan tersebut. Dia mengaku sudah mengirim surat permohonan audiensi namun pemerintah seakan bergeming dan tidak pernah mau untuk bertemu.

“Suara kami tidak ditanggapi dan sudah sering sekali kami berkirim surat. Ini yang ketiga kalinya kami berkirim surat,” ungkapnya.
Kepala Sat Pol PP DIY Noviar Rohmad menanggapi keluhan pengusaha Malioboro. Dia mengatakan surat yang dikirim oleh kalangan pengusaha baru diterima kemarin sore sehingga sangat mepet untuk bisa ditemui oleh Gubernur DIY.
“Hari ini Ngarso Dalem dan Pak Sekda ada agenda lain. Jadi mungkin nanti coba dijadwalkan ulang. Pasti ditemui, kemarin dari perwakilan mahasiswa dan buruh ditemui juga dan didengar aspirasinya. Jadi kami pastikan akan ditemui dan dapat berdialog nantinya,” ungkap Noviar yang menemui kalangan pengusaha tersebut.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dishub DIY, Harry Agus Triono menyebut, semua aspirasi yang disampaikan pengusaha akan ditampung dan akan dievaluasi. “Kami coba tampung dulu, memang banyak hal yang mesti diperbaiki, jadi kami sifatnya terbuka,” ungkapnya.(C-4).

Read previous post:
Langgeng Sampai Kaken Ninen

SUDAH tiga kali setiap malam Jum’at Kliwon, Jum, gadis usia tigapuluh tahun, kedatangan tamu seorang laki- laki. Badannya kekar dan

Close