Usai Libur Panjang, Pemkot Kaji Rapid Test Massal

YOGYA (MERAPI)-Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta mengkaji untuk melakukan skrining dengan rapid test kepada petugas lapangan yang diterjunkan selama libur panjang pekan lalu. Langkah itu untuk mengantisiapsi potensi penularan Covid-19 karena para petugas bertemu banyak wisatawan dari berbagai daerah.
“Sedang kami bahasa bersama Dinas Kesehatan. Kami kaji apakah melakukan skrining kepada petugas lapangan atau tidak,” kata Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Selasa (10/11).

Dia menyatakan salah satu pertimbangan rapid test adalah waktu yang tepat untuk melaksanakannya. Mengingat Covid-19 baru bisa terdeteksi di tubuh manusia setelah beberapa hari terpapar. Dari segi waktu sekarang dinilai sudah cukup tepat karena libur panjang Maulid Nabi dan cuti bersama sudah lebih dari 10 hari lalu.
“Kami menunggu momentum hari yang tepat karena Covid-19 bisa dideteksi setidaknya setelah lima hari terpapar. Kalau ada gejala, harusnya sudah muncul sekarang. Tapi mudah-mudahan tidak ada,” terang Wakil Walikota Yogyakarta itu.

Dia menyebut sampai sekarang belum ada laporan kasus konfirmasi positif Covid-19 maupun peningkatan kasus terkait libur panjang Maulid Nabi dan Cuti bersama di Yogyakarta. Sementara itu, Pemda DIY melaporkan penambahan 21 kasus positif Covid-19 dari 624 sampel dan 542 orang yang diperiksa sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta menjadi 4.290 kasus pada Selasa (10/11).
Juru bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan distribusi kasus terdiri dari tujuh warga Kota Yogyakarta dan 14 warga Sleman.
“Distribusi kasus berdasarkan riwayat terdiri dari 10 kasus kontak kasus sebelumnya, satu kasus screening karyawan, dua kasus periksa mandiri, dan delapan kasus masih dalam penelusuran,” ungkapnya.
Sementara dilaporkan jumlah kasus sembuh sebanyak 19 kasus sehingga total kasus sembuh menjadi 3.500 kasus, terdiri dari sembilan warga Bantul, dan 10 warga Sleman.(Tri/C-4)

Read previous post:
Suami Jual Istri

MENGIKUTI perkembangan penanganan kasus tewasnya seorang pekerja seks komersial (PSK), DP (41) warga Solo di salah satu hotel kawasan Caturtunggal

Close