Pengantin Baru Bisnis Pil Koplo

SLEMAN (MERAPI)- Pasangan suami istri (pasutri) warga Sleman yang baru menikah nekat mengedarkan pil koplo dengan dalih butuh uang untuk biaya hidup. Ulah mereka terendus Satresnarkoba Polres Sleman, yang langsung melakukan penangkapan.
Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Rony Prasadana SIK didampingi Kaur Bidang Operasional Iptu Farid M Noor kepada wartawan, Selasa (10/11)mengatakan, kedua tersangka adalah EW alias Erik (20) dan VN alias Vora (22) warga Gamping, Sleman.

“Dari tangan pasangan suami istri ini kita dapatkan barang bukti berupa 484 butir pil koplo jenis hexymer, riklona dan tramadol,” beber AKP Rony. Dikatakan AKP Rony, keduanya diamankan di rumah kontrakan mereka di daerah Gamping, Sleman. Barang bukti yang berhasil disita yakni 3 butir pil Riklona, satu plastik kresek berisi 461 butir pil Hexymer dan 20 butir Tramadol.
“Selain mengedarkan, pasangan pengantin baru ini juga mengonsumsi obat-obatan tersebut. Alasannya karena ekonomi,” katanya. Dari hasil pemeriksaan, diketahui EW memesan pil secara online kemudian ia meminta istri cantiknya itu untuk menjual kepada teman-temannya. Dia mengaku baru satu bulan berbisnis narkoba.
“Pengakuannya baru satu bulan lebih berbisnis pil koplo. Tapi kita masih kembangkan. Alasannya karena untuk memenuhi kebutuhan hidup,” beber AKP Rony.

Selain dijual, kata dia, mereka juga mengaku sudah mengonsumsi sejak masih pacaran. Sehingga saat sudah menikah, mereka masih kecanduan dan tetap mengonsumsinya, termasuk meminta istrinya menjual kepada teman kerjanya. Ulah keduanya terendus polisi yang menerima laporan peredaran pil koplo di sebuah tempat hiburan malam di Sleman. Saat dilacak, muncul dua nama itu sebagai pengedarnya.

“Tersangka cewek ini bekerja di tempat hiburan malam, sehingga kerja sampil mengedarkan pil sebagai sampingan,” ucapnya.
Atas perbuatannya, keduanya dijerat Pasal 197 dan atau Pasal 196 UU No 36 tentang Kesehatan ancaman maksimal 15 tahun. Pasal 62 UU No 5 tahun 1997 tentang Psikotropika, dengan ancaman 5 tahun atau denda maksimal Rp 100 juta.(Shn)

Read previous post:
Grab Tech Center Didedikasikan untuk Pengembangan UMKM Indonesia

Close