GERAK CEPAT HANDUNG TRI RAHMAWAN DAN WARGA WUKIRSARI-Merapi Siaga, Relawan URC Siapkan Barak Pengungsian

CANGKRINGAN (MERAPI)– Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta telah menaikkan status aktivitas Gunung Merapi dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III). Berdasarkan status tersebut, seluruh aktivitas yang berada di wilayah Kawasan Rawan Bencana (KRB) III atau zona merah agar dikosongkan.
Melihat situasi ini, relawan yang tergabung dalam Ukir Radio Community (URC) Kalurahan Wukirsari, Cangkringan, Sleman bergerak cepat dengan membantu menyiapkan salah satu barak pengungsian di Dusun Kiyaran, Wukirsari sebagai langkah antisipasi jika sewaktu-waktu digunakan oleh pengungsi.

Handung Tri Rahmawan, salah satu anggota URC menjelaskan, meningkatnya status Gunung Merapi dari Waspada menjadi Siaga harus disikapi dengan cepat. Meskipun untuk sementara wilayah KRB III yang berjarak 5 kilometer dari puncak Merapi harus dikosongkan, tetapi bencana tersebut tidak dapat diprediksi dengan tepat.
“Kami menyiapkan barak pengungsian di Kiyaran ini sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk lokasi pengungsi,” kata Handung di sela-sela menyiapkan berbagai logistik yang dibutuhkan, Sabtu (7/11).

Menurutnya, setelah menerima informasi status Gunung Merapi meningkat, anggota URC langsung bergerak membersihkan barak pengungsian. Hari berikutnya menyiapkan berbagai logistik yang dibutuhkan baik tikar, kasur, kamar mandi, dapur umum dan sarana protokol kesehatan.
Berdasarkan hasil perhitungan URC, barak pengungsian di Dusun Kiyaran tersebut mampu menampung sekitar 300 orang. Namun, karena pandemi Covid-19 kapasitas barak diperkirakan hanya menampung 50 persen pengungsi atau 150 orang karena harus menerapkan jaga jarak.
Meski begitu, masih terdapat beberapa logistik yang masih kurang di antaranya kasur, peralatan dapur umum dan sarana protokol kesehatan seperti hand sanitizer, sarana cuci tangan dan sabun serta masker. Apalagi, pengungsi diutamakan adalah warga rentan seperti lansia, balita dan ibu-ibu yang sedang hamil.

“Di sini masih ada beberapa logistik yang kurangan. Terutama kasur baru tersedia sekitar 50 persen dari kapasitas pengungsi. Bahkan sarana protokol kesehatan sama sekali belum ada,” ungkapnya.
Untuk itu pihaknya berharap agar pemerintah atau instansi terkait dapat mengusahakan sarana logistik seperti kasur, peralatan dapur umum dan fasilitas protokol kesehatan apabila sewaktu-waktu barak pengungsian tersebut digunakan.
Di sisi lain, anggota URC juga menyampaikan terkait naiknya status Gunung Merapi dengan menyambangi beberapa warga yang telah lanjut usia. Sosialisasi ini dilakukan karena masyarakat terutama kaum renta atau tua tidak cepat tersebut dalam menerima sumber informasi.
Sehingga URC menyambangi ke rumah-rumah agar mereka mengetahui perkembangan terkini terkait status Gunung Merapi yang naik ke level III. Diharapkan, dengan mengetahui berita terbaru tersebut, warga tidak panik atau takut.

Senada, Kepala Dukuh Kiyaran, Agus Sehana menyampaikan, hingga saat ini barak pengungsian di wilayahnya telah dibersihkan jika sewaktu-waktu digunakan untuk pengungsi warga lereng Merapi. Lokasi tersebut dapat ditempati apabila beberapa barak pengungsian lain telah memenuhi kapasitas.
“Warga Dusun Kiyaran dibantu relawan dan pemerintah desa telah bergotong-royong menyiapkan dengan membersihkan lokasi. Tetapi masih ada beberapa peralatan yang kurang seperti dapur umum, tikar, kasur dan selimut,” jelasnya.
Kekurangan logistik tersebut, ujar dia, saat ini telah disampaikan pemerintah desa agar membantu dan mempersiapkan. Sehingga barak pengungsian di Dusun Kiyaran telah benar-benar siap apabila sewaktu-waktu digunakan untuk menampung pengungsi.
“Bencana alam seperti erupsi Gunung Merapi bisa saja lepas dari prediksi. Agar tidak terburu-buru dalam menangani pengungsi, lebih baik persiapkan sejak awal agar tidak terburu-buru,” ujar Agus Sehana. (Awn)

Read previous post:
Relawan Karanganyar Siap Bantu di Merapi

KARANGANYAR (MERAPI) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar siap menerjunkan sukarelawan yang membantu mitigasi bencana alam letusan Gunung Merapi.

Close