Suami Tak Menyangka Istri Tewas Saat Layani Teman Kencan

DEPOK (MERAPI)- Tim Identifikasi Polres Sleman dan Polsek Depok Barat akhirnya menggelar rekonstruksi kasus meninggalnya seorang pekerja seks di salah satu hotel di daerah Caturtunggal, Depok, Jumat (6/11) siang. Sehari sebelumnya, rekonstruksi batal lantaran saksi kunci yang juga suami korban, BR tak datang tanpa alasan.
Rekonstruksi yang dipimpin oleh Kapolsek Depok Barat Kompol Rachmadiwanto SH didampingi Kanit Reskrim Iptu Isnaini SH itu dihadiri suami korban, jaksa penuntut umun dan penasihat hukumnya serta sejumlah saksi.
“Dokter forensik RSUP Bhayangkara juga hadir dalam rekonstruksi,” beber Iptu Isnaini SH, di sela-sela rekonstruksi.
Iptu Isnaini menjelaskan, rekontruksi tersebut dilakukan guna memberikan gambaran atas tindak pidana yang terjadi. Sekaligus menguji kebenaran dari keterangan yang diberikan oleh saksi dan tersangka pada penyidik.
“Dengan adanya rekontruksi ini nantinya kita dapat melihat secara bersama-sama gambaran utuh atas peristiwa tersebut,” katanya.
Sejauh ini, polisi baru menetapkan satu tersangka, yukni AP yang merupakan teman kencan korban. Dia disangkakan pasal pembiaran hingga menyebabkan seseorang meninggal.
Dalam rekonstruksi yang dilaksakanan mulai pukul 14.00 WIB itu, tersangka memperagakan sebanyak 51 adegan. Mulai tersangka datang ke hotel, kemudian masuk hotel dan berhubungan dengan korban DP yang sudah menunggu di dalam. Saat mereka berhubungan itulah korban kejang-kejang hingga jatuh ke lantai.

AP kemudian mengangkat dan menutup mulut korban dengan kaos agar tak teriak. Setelah itu dia mengambil handphone korban dan membawa kabur. Ulahnya itu ketahuan suami korban sebelum dia ditangkap.
“Saat di parkiran, suami korban menangkap AP dan membawanya ke kantor polisi. Sedangkan korban yang sudah tidak sadarkan diri ditolong karyawan hotel dan saksi lain,” tandasnya.
Sementara itu BR suami korban mengaku tidak menyangka peristiwa itu terjadi. Ia sangat menyesal atas tindakanya hingga istrinya meninggal dunia. Dia beralasan selalu memantau aktivitas yang dilakukan istrinya menggunakan handphone.

“Saya memantau istri saya lewat handphone dari dalam mobil samping kamar. Saya selalu berpesan agar membalas WhatsApp saya, tapi saat kejadian seperti benda jatuh, istri saya dihubungi sudah tidak respons,” ucapnya.
Karena panik, BR memanggil teman-teman yang berada di kamar sebelahnya. Kemudian pelaku keluar kamar, dengan posisi pintu tertutup. Curiga dengan hal itu suami korban membuka pintu dan melihat korban tengkurep di kasur.
“Saat saya buka pintu, istri saya sudah telungkup di atas tempat tidur dengan kepala tertutup bantal. Kemudian saya minta teman-temen menolong dan saya mengejar pelaku,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, korban ditemukan tewas usai kencan dengan AP (23) untuk kedua kalinya, Minggu (13/11). Saat kencan dengan AP, suami korban menunggu di luar kamar.

Namun naas, tengah-tengah kencan, tiba-tiba saja korban kejang-kejang tapi AP tidak memberikan pertolongan. Saat itu tersangka AP justru menutup mulut korban dengan kaos yang diikatkan ke belakang agar suara tidak keluar.
Dalam kondisi itu, kedua HP milik DP terus berbunyi sehingga karena takut, tersangka lantas mengambilnya kemudian keluar kamar menuju parkiran hotel. Saat di parkiran, AP diberhentikan oleh BR, kemudian diserahkan ke polisi.

Atas perbuatanya AP terancam dijerat Pasal 359 KUH Pidana tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal, dan Pasal 363 KUH Pidana tentang pencurian dengan pemberatan ancaman 5 tahun penjara. Sebelumnya, polisi juga menyebut BR bisa saja dijadikan tersangka lantaran ikut menikmati uang jasa kencan istrinya.(Shn)

Read previous post:
Lewat PromoSenang, Belanja Online Akhir Tahun Kian Menyenangkan

Close