MASIH BANYAK WISATAWAN TANPA PROKES-Positif Corona Tambah 49, Pasien Sembuh 22 Orang

YOGYA (MERAPI)-Pemda DIY melaporkan penambahan kasus positif Covid-19 sebanyak 49 kasus pada Selasa (3/11) dari 454 sampel dan 418 orang yang diperiksa sehingga total kasus positif Covid-19 di Yogyakarta sebanyak 3.932 kasus.
“Distribusi kasus berdasarkan domisili terdiri dari empat warga Kota Yogyakarta, 12 warga Bantul, dua warga Kulonprogo, 13 warga Gunungkidul, dan 18 warga Sleman,” ungkap Juru Bicara Pemda DIY untuk penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih kepada wartawan kemarin.
Dia menjelaskan, distribusi kasus berdasarkan riwayat terdiri dari 17 kasus hasil tracing kasus sebelumnya, tujuh kasus periksa mandiri, 10 kasus screening karyawan, dua kasus screening pasien, empat kasus perjalanan luar daerah, dan sembilan kasus masih dalam penelusuran.
Sementara itu dilaporkan jumlah kasus sembuh sebanyak 22 kasus sehingga total kasus sembuh sebanyak 3.231 kasus, terdiri dari sembilan warga Kota Yogyakarta, tiga warga Bantul, dua warga Kulonprogo, lima warga Gunungkidul, dan tiga warga Sleman.

“Dilaporkan satu kasus meninggal sehingga total kasus meninggal sebanyak 95 kasus, yakni kasus 3.664, perempuan usia 70 tahun warga Kulonprogo dengan kormobid ginjal,” imbuhnya.
Sementara itu Pemkab Bantul mencatat masih bnanyak wisatawan yang datang ke Bantul tanpa protokol kesehatan, terutama saat libur panjang kemarin. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo SSos menyatakan, setelah adanya evaluasi pada libur panjang dan cuti bersama akhir Oktober lalu, kesadaran wisatawan untuk menetapkan protokol kesehatan sudah cukup baik. Tetapi masih saja ada wisatawan yang belum memiliki kesadaran penuh menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker sehingga perlu ditingkatkan.

“Masih saja ada yang melanggar, sehingga kepatuhan menjalankan protokol kesehatan belum 100 persen,” ujar Kwintarto kepada wartawan, Selasa (3/11).
Di sisi lain, sejumlah lokasi wisata sudah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Seperti di obyek wisata Museum Tani Jawa Indonesia yang berada di Candran Kebingungan Imogiri Bantul. “Kami menerapkan protokol kesehatan, misal pengunjung yang boleh masuk ke museum hanya 15 orang,” kata Prastiwi Utami, Edukator Dinas Kebudayaan DIY yang juga pengelola Museum Tani Jawa Indonesia.(C-4/Usa).

Read previous post:
“Sinau Pilkada” Membangun Kesadaran Politik Pelajar Difabel

BANTUL (MERAPI) - Program “Sinau Pilkada” diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan SLBN 1 Bantul beberapa waktu yang lalu,

Close