BANYAK RUAS JALAN DITUTUP SELAMA UJICOBA PEDESTRIAN MALIOBORO-Petugas Siap Disemprot Pengguna Jalan

YOGYA (MERAPI)-Uji coba pedestrian Malioboro pada Selasa (3/11) hingga Minggu (15/11) dilaksanakan dengan menggunakan sistem Sistem Satu Arah (SSA). Banyak akses jalan ke Malioboro ditutup dan dijaga oleh petugas Dinas Perhubungan di beberapa titik selama dua shift.
Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional, Dinas Perhubungan DIY, Bagas Senoadji.
“Nanti ada dua shift pagi dan ada shift malam. Pagi diterjunkan sekitar 50-an orang per satu shift dibantu jogomargo. Belum lagi Dishub kota dan beberapa daerah yang semula 2 arah menjadi sistem satu arah,” jelasnya Senin, (2/11) di DPRD DIY.

Bagas mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta termasuk pihak yang terkait dalam uji coba pedestrian Malioboro agar berjalan lancar dan sesuai rencana. “Komunikasi dengan Pemerintah Kota. Titik-titik penjagaan agar diperketat. Kami juga sudah kerjasama dengan kepolisian,” imbuhnya.
Secara prinsip, Bagas mengatakan mendukung adanya uji coba pedestrian Malioboro karena merupakan salah satu kawasan heritage yang perlu dilestarikan. Menurutnya, masyarakat harus mulai untuk menerima dan mendukung.
“Kalau kami prinsip siap mendukung saja karena kan Malioboro sebagai kawasan heritage perlu dipertahankan,” imbuhnya. Dia menyadari adanya perubahan sistem managemen lalu lintas tidak mudah dilakukan. Adaptasi masyarakat terhadap perubahan tidak semudah membalikkan tangan sehingga perlu diberi informasi yang benar.

“Pola perjalanan kebiasaan misal dari Condongcatur ke Kantor Kepatihan. Dalam benak lewat (jalan) A, B, atau C tapi adanya pengaturan SSA masyarakat yang belum siap ini sehingga perlu adanya informasi disampaikan. Biar besok tak kaget ternyata jalan sudah ditutup,” jelasnya.
Bagas juga mengatakan ada banyak konsekuensi bagi petugas pengatur lalu lintas, salah satunya dimarahi pengguna jalan. Meski begitu, dia memaklumi hal tersebut apalagi bila mulai diberlakukan.
“Hari pertama kedua biasanya crowded, ambyar. Petugas di lapangan juga kena semprot. Saya dulu nutup Bundaran UGM yang ngatain saya juga banyak. Sekarang tertata baik to, sebelumnya kan tidak,” lanjutnya.
Sebelumnya, Sekda DIY, Baskara Aji mengatakan pada uji coba pedestrian Malioboro tidak boleh ada kendaraan yang berhenti kecuali Bus TransJogja yang berhenti di halte.

“Tidak ada satu kendaraan pun berhenti di Malioboro,” ungkapnya.
Aji mengatakan walaupun kendaraan yang lewat tidak bermesin, namun tetap tidak boleh berhenti kecuali parkir di tempat yang telah disediakan sesuai jenis transportasinya. Baik becak, andong, dan sepeda hanya boleh parkir pada tempat yang sudah ditentukan, tidak bisa sembarangan parkir.
“Yang bisa berhenti di situ kemungkinan besar ya hanya becak dan andong tetapi itu di tempat yang memang sudah disediakan khusus. Para pesepeda diminta supaya pendestrian atau trotoar yang ada di Malioboro itu tidak dipakai untuk parkir. Itu larangan. Sehingga pesepeda yang tidak mampir ya silakan lanjut, yang berhenti silakan diparkir sepedanya,” jelasnya. (C-4).

Read previous post:
Abai Prokes Picu Peningkatan Kasus Covid-19

KARANGANYAR (MERAPI) - Penularan Covid-19 dari aktivitas membesuk pasien perlu dihindari. Satgas Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Kabupaten Karanganyar menemukan

Close