TOKOH PEMUDA ADITYA RIZKY PRAPASA PEDULI KESULITAN WARGA-Bantu Siswa Belajar Online, Sediakan Internet Gratis

PAKEM (MERAPI)- Sekolah sistem Dalam Jaringan (daring) saat pandemi Covid-19 tidak hanya menyulitkan siswa dalam mengerjakan tugas dari guru, tetapi juga menambah beban biaya orangtua murid. Bagi siswa, sinyal jaringan internet yang sulit diterima menjadi kendala utama. Sedangkan orangtua siswa harus mengeluarkan biaya lebih banyak untuk membeli kuota internet.
Melihat situasi ini, tokoh pemuda Desa Harjobinangun, Pakem, Sleman, Aditya Rizky Prapasa tergugah untuk memfasilitasi mereka dengan membuat dan menyediakan lokasi yang dilengkapi wifi. Sarana internet gratis ini bertujuan agar siswa terbantu saat belajar maupun mengerjakan tugas. Di sisi lain, beban orangtua menjadi lebih ringan karena tidak harus membelikan kuota internet.

“Pandemi Covid-19 memaksakan siswa harus belajar dari rumah dengan sistem daring. Tetapi sayangnya sinyal internet terutama di wilayah Kalurahan Harjobinangun, Pakem, tidak semua lokasi dapat diterima dengan baik,” kata Aditya di sela-sela membantu anak sekolah yang sedang belajar di Dusun Kaliwanglu Kulon, Sabtu (31/10).
Tokoh pemuda Harjobinangun ini menjelaskan, agar anak usia sekolah dapat belajar dengan baik, dia tergugah untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi. Yaitu dengan mendirikan titik-titik wifi yang dapat digunakan untuk sarana belajar. Dengan harapan anak sekolah tidak terhambat dalam mengikuti pelajaran.

Meski diakui, sarana wifi gratis saat ini masih terbatas yaitu di enam lokasi yang berada di wilayah Kaliwanglu Wetan dan Kaliwanglu Kulon. Kedepan dia mengatakan, titik-titik internet gratis akan diperluas secara bertahap.
Begitu pula waktu yang disediakan hanya dibatasi sesuai jam pelajaran yaitu mulai pukul 07.00-14.00 WIB. Di samping itu akses internet dibatasi agar siswa tidak membuka situs-situs di luar batas umur mereka.
“Hingga saat ini baru ada 6 titik. Siswa yang menggunakan perhari sekitar 5 sampai 10 anak. Maka saya berharap pemerintah kalurahan tergugah untuk ikut membantu memfasilitasi internet gratis. Bahkan jika memungkinkan setiap dusun memiliki sarana seperti ini,” harapnya.

Menurut Adit, keberadaan sarana wifi gratis ini tidak hanya berdampak pada proses belajar mengajar menjadi lancar. Tetapi sekaligus membantu perekonomian orangtua siswa agar tidak terbebani dengan pembelian kuota yang tidak murah.
“Pandemi Covid-19 berdampak pula sulitnya mencari uang untuk kebutuhan sehari-hari. Apabila masih harus dibebani anaknya membeli kuota, ekonomi keluarga secara otomatis juga terganggu. Apalagi anaknya yang masih usia sekolah lebih dari satu, biaya membeli kuota juga menjadi berlipat,” terangnya.
Aksi keprihatinan Adit tidak hanya menyediakan sarana internet gratis. Sarjana pendidikan ini juga meluangkan waktu dengan mendampingi siswa yang sedang belajar di lokasi tersebut apabila mereka menemukan kesulitan.
“Kalau ada waktu, saya menyempatkan untuk mendampingi mereka. Jika ada kesulitan dalam mengerjakan tugas, paling tidak saya dapat membantu memecahkan masalah,” tegasnya.

Vivilia Astrika Mardani, salah satu pengguna wifi gratis merasa terbantu dengan adanya fasilias tersebut. Sebelumnya, apabila sedang belajar maupun mengerjakan tugas sekolah sering terganggu karena sinyal internet yang tidak stabil.
Di samping itu, pendampingan yang sering dilakukan Adit bersama rekannya sangat membantu ketika menemukan soal-soal atau pelajaran yang sulit dipahami.
“Sinyal internet di sini kadang kuat, kadang lemah. Kalau membuka tugas dari guru sulit. Tetapi dengan wifi sinyalnya menjadi kuat dan mudah membuka tugas sekolah. Apalagi ada pendampingan, menjadi sangat terbantu,” ujar siswi SMKN 1 Cangkringan ini.(Awn)

Read previous post:
Tak Ada Kata Terlambat untuk Bertobat

SEJAK peristiwa penangkapan Dewi atas kasus prostitusi dan akhirnya bisa diselesaikan oleh Yono, sikap Darti pun berobah total. Ia menyadi

Close