DPRD DIY IMBAU SWAB MASSAL USAI LIBUR PANJANG-Bahagia Wisata Bangkit, Tapi Khawatir Corona Melonjak

YOGYA (MERAPI)-DPRD DIY mendesak Pemda DIY melaksanakan tes swab massal Covid-19 terhadap para pelaku usaha pariwisata pasca libur panjang kemarin. Sebab dikhawatirkan kasus corona akan melonjak seiring banyaknya wisatawan yang datang ke Yogya.
“Wisatawan dari luar Yogya, rekan-rekan PKL dan rekan-rekan yang bertugas di sektor pariwisata kami harap menjalani tes swab,” jelas Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana kepada wartawan, Sabtu (31/10) saat dihubungi Merapi. Dia secara spesifik kemudian menunjuk pelaku wisata di kawasan Malioboro. Sebab, ikon Yogya ini menjadi pusat wisatawan saat libur panjang akhir pekan kemarin.

“Saya mengimbau kepada gugus tugas rekan-rekan PKL Malioboro, tempat wisata dilakukan rapid test massal syukur sampling swab,” imbuhnya.
Meski kunjungan wisatawan berdampak baik bagi pertumbuhan ekonomi, namun dia menambahkan tetap mengkhawatirkan dari sisi kesehatan karena potensi persebaran Covid-19 meningkat. Menurut Huda, okupansi hotel di Yogyakarta bahkan mencapai 80 persen lebih saat libur panjang akhir pekan kemarin. Hal ini tentu menggembirakan karena bisa jadi momentum kebangkitan wisata di tengah pandemi corona.
“Hampir 80 persen penuh semua. Di satu sisi kita bahagia ekonomi bangkit, tapi di sisi lain sangat khawatir bagaimana jika terjadi lonjakan kasus Covid-19,” imbuhnya.

Sekda DIY, Baskara Aji merespons imbauan itu. Dia menambahkan, jumlah sampel yang akan diperiksa usai libur panjang akhir pekan kemarin kisaran 700 hingga 1.000 sampel per hari dengan pola yang sedikit berubah yakni menyasar pelaku pariwisata dan warga yang menerima keluarga yang mudik. Waktu pelaksanaan dimulai pada Senin (2/11).
“Jumlah kita tetap angka 700-1000 sampel sehari. Hanya berubah saja biasanya tenaga kesehatan, sekarang tidak,” ungkapnya, Minggu (1/11).
Dia menambahkan, tes corona massal segera dilakukan. “Segera kita mulai, Senin (hari ini) kita mulai,” imbuhnya.

Adapun tes swab di lokasi wisata, jelas dia, diprioritaskan di daerah yang banyak dikunjungi wisatawan dan memiliki banyak pelanggaran protokol kesehatan Covid-19. “Spot-spot tertentu lebih banyak tergantung data hasil operasi teman-teman penegak hukum kemarin.
Kita petakan daerah paling padat dan banyak pelanggaran,” ungkapnya. (C-4).

Read previous post:
Ribuan Wisatawan Kunjungi Bantul

BANTUL (MERAPI) - Selama libur panjang dan cuti bersama sejak akhir Oktober sampai awal November 2020 tercatat puluhan ribu wisatawan

Close