Wisatawan Melonjak 4 Kali Lipat, Tak Ada Rapid Test Massal di Malioboro

DANUREJAN (MERAPI)- Masa libur panjang dalam kondisi wabah Covid-19 tak menyurutkan sebagian masyarakat untuk mengunjungi tempat-tempat wisata. Salah satunya di Malioboro yang mengalami lonjakan pengunjung hingga empat kali lipat pada masa libur panjang pekan ini.
Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi menyebut jumlah kunjungan di Malioboro yang tercatat di QR Code pada Kamis (29/10) dan Jumat (30/10) mencapai 4.400 lebih dalam sehari. Jumlah itu melonjak signifikan dibandingkan hari biasa yang berkisar 1.000 sampai 2000 pengunjung/hari.
“Selama liburan pengunjung Malioboro meningkat tiga sampai empat kali dari hari biasa. Kami perkirakan jumlah pengunjung yang datang ke Malioboro mencapai puncaknya pada Minggu (kemarin),” kata Heroe kepada wartawan, Minggu (1/11).

Dia menyampaikan, selama liburan ini, tim satgas Covid-19 Kota Yogyakarta yang terdiri dari Jogoboro, Satpol PP, Dinas Perhubungan, komunitas, Polri dan TNI menggiatkan penegakan protokol kesehatan di Malioboro. Terutama untuk pemakaian masker, menjaga jarak dan mengurai kerumunan.
“Selama liburan ini pelanggaran protokol kesehatan yang paling banyak ditemukan adalah penggunaan masker yang tidak benar dan tidak bawa masker. Sebagian besar hanya diingatkan untuk memakai masker dengan benar. Tapi yang tidak pakai masker diminta tidak keluar dari Malioboro,” terangnya.

Dia menyatakan Pemkot Yogyakarta tidak melakukan rapid test acak kepada wisatawan seperti di Borobudur dan beberapa tempat wisata di daerah lain. Alasannya wisatawan sudah diminta memastikan diri dalam kondisi sehat ketika berlibur ke Yogyakarta. Termasuk mematuhi protokol kesehatan saat berada di Yogyakarta. Misalnya wajib membawa surat non reaktif hasil rapid test atau negatif hasil tes usap karena akan ditanyakan saat menginap di hotel. ‘
“Dengan di Borobudur atau tempat lainnya, ada yang reaktif belum tentu juga positif Covid-19. Itu sudah cukup memberikan warning (peringatan) bahwa yang paling penting adalah protokol kesehatan Covid-19 harus dijalankan dengan sungguh-sungguh di mana pun, kapanpun dan dengan siapapun. Apalagi di masa liburan,” jelas Heroe yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta.

Menurutnya jika tujuannya untuk melacak, maka mestinya tes acak dilakukan seminggu setelah masa liburan. Tujuannya untuk melihat apakah para pelaku wisata ada yang terpapar Covid-19 atau tidak. Kemudian melakukan blocking jika ditemukan adanya paparan untuk mencegah sebaran.
“Kami juga mereview dan menerbitkan surat verifikasi protokol kesehatan di destinasi wisata, hotel, restoran atau pelaku usaha. Kami menerjunkan tim gabungan di destinasi wisata dan lainnya agar semua orang taat protokol Covid-19 hingga operasi yustisi. Itu yang perlu selalu ditegakkan, agar masyarakat terkondisikan bahwa dalam masa pandemi ini, semua aktivitas masih bisa dijalankan selama protokol Covid-19 dijalankan dengan sungguh-sungguh,” tandasnya.(Tri)

Read previous post:
Permot Bantu Atasi Kencing Berlemak

SEBAGIAN jenis tanaman merambat atau bagian batangnya bersulur diyakini memiliki khasiat kesehatan. Antara lain ada sirih, bunga telang, cincau hijau,

Close