PROTOKOL KESEHATAN MUTLAK DITERAPKAN-Pengelola Wisata Diingatkan Batasi Pengunjung


UMBULHARJO (MERAPI)- Pengelola tempat wisata di Kota Yogyakarta diingatkan kembali terkait pembatasan kapasitas agar wisatawan bisa menjaga jarak fisik. Mengingat jumlah wisatawan yang berlibur ke Yogyakarta meningkat selama libur panjang pekan ini.
“Perlu kami terus ingatkan, bahwa perlu pengaturan kepadatan pada destinasi wisata di masa pandemi Covid-19. Kami kira semua pelaku wisata sudah paham tentang hal itu,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi, Jumat (30/10).

Dia menjelaskan pengaturan kepadatan di tempat wisata maupun usaha jasa pariwisata itu dengan membuat kapasitas di dalam hanya sekitar 50 persen dari kapasitas asli. Cara lain dengan berdasarkan hitungan dan ditetapkan jumlah kapasitas pengunjung setiap waktunya. Termasuk membuat antrean pengunjung yang bisa menjaga jarak fisik.
“Hanya saja, ketika ada pembatasan kapasitas di dalam area destinasi, biasanya ada penumpukan pada antrean pengunjung di luar yang belum masuk. Maka kami minta semua juga membuat aturan tentang tatacara mengelola antrean itu. Kami harap selama liburan ini satgas di destinasi wisata menerapkannya,” jelas Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta itu.

Diakuinya selama libur panjang pekan ini banyak wisatawan yang berlibur ke Kota Yogyakarta. Dia menyebut dari laporan Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) tingkat hunian hotel-hotel bintang dan non bintang di Yogyakarta mencapai sekitar 95 persen selama liburan. Jumlah hotel di Kota Yogyakarta ada 625 baik bintang maupun non bintang. Jumlah itu belum termasuk homestay yang beroperasional mengikuti jaringan hotel.
“Kawasan Malioboro, Tamansari dan destinasi wisata lainnya, termasuk kuliner dan lainnya dilaporkan memang penuh,” ujar Heroe.

Pihaknya menegaskan Pemkot Yogyakarta sudah memperkuat pelaksanaan protokol kesehatan di semua pelaku usaha, wisata, destinasi, kegiatan masyarakat, olahraga dan sebagainya. Salah satunya dengan menerbitkan surat verifikasi protokol kesehatan bagi pelaku usaha, kuliner, wisata dan destinasi. Termasuk melakukan penegakan yustisi dengan memberi sanksi bagi pelanggar protokol kesehatan di Kota Yogyakarta.
“Selama liburan ini, kami melakukan pemantauan pelaksanaan protokol kesehatan covid -19. Memang selama liburan ini ada peningkatan dan ada kepadatan wisatawan. Harapan kami, semua protokol kesehatan covid-19 tetap dijalankan,” tambahnya.

Sebelumnya Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan pesanan kamar hotel untuk libur panjang pekan ini berasal dari wisatawan DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sulewesi Selatan. Pihaknya memastikan protokol kesehatan dijalankan di semua hotel yang menjadi anggota PHRI DIY.
“Ada satgas Covid-19 PHRI DIY yang membina dan saling mengingatkan terkait protokol kesehatan di hotel. Surat hasil rapid tes untuk tamu hotel dari zona merah itu mutlak. Tamu hotel juga wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Jika tidak mau, tidak usah menginap di Yogya. Hotel harus tegas dan jujur untuk melindungi tamu yang lain, karyawan dan properti,” tandas Deddy.

Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro mencatat jumlah wisatawan yang berkunjung ke Malioboro pada Rabu(28/10) sebanyak 2.057 orang dan melonjak pada Kamis (29/10) menjadi 4.119 orang.
“Keramaian wisatawan pada sore hingga malam. Zona dua dan tiga di Malioboro sempat memenuhi batas kapasitas 500 orang,” tambah Kepala UPT Malioboro Ekwanto.
Dia menyampaikan pada Kamis malam ada kemacetan lalu lintas di kawasan Malioboro dengan radius 2 km. Dia yang mengendarai mobil memilih berhenti di Suryatmajan lalu jalan kaki karena lalu lintas bergerak lambat.(Tri)

Read previous post:
Pakaian Tie Dye di Pasar Beringharjo Laris Manis Diserbu Wisatawan

Close