Thermogun Eror, Pengunjung Malioboro Tak Dicek Suhu


DANUREJAN (MERAPI)- Pada hari pertama libur cuti bersama dan Maulid Nabi Kamis (29/10) kemarin, pengunjung kawasan Malioboro belum mengalami lonjakan signifikan. Diperkirakan puncak keramaian wisatawan di Malioboro pada masa libur panjang terjadi mendekati akhir pekan besok.
“Kondisi Malioboro pada Rabu (28/10) malam masih cenderung landai. Estimasi puncak keramaian di Malioboro pada Jumat, Sabtu dan Minggu,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Ekwanto, Kamis (29/10).

Dia menyatakan protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19 tetap diterapkan di kawasan Malioboro. Mulai dari wajib makser, menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun hingga mengatur alur satu arah pada pedestrian Malioboro. Hanya saja pengukuran suhu tubuh pengunjung yang akan masuk pedestrian Malioboro, ditiadakan sementara karena alat pengukur thermo gun rusak.
“Thermogun keakuratannya sudah sering eror. Daripada tidak valid, kami tidak berani pakai,” imbuhnya.
Dia menyebut tengah memproses pengadaan kembali alat cek suhu badan. Jenis alatnya diganti bukan dengan thermo gun yang ditembak tapi alat cek suhu yang berdiri atau standing. Pihaknya memastikan alat cek suhu badan yang terbaru siap dan terpasang di Malioboro pada bulan November.

Meski demikian protokol kesehatan lainnya di Malioboro tetap diberlakukan seperti memindai QR Code bagi pengunjung dan pengaturan 5 zona. Tiap zona dibatasi sekitar 500 orang agar pengunjung bisa menjaga jarak. Lima zona Malioboro yaitu zona I dari Hotel Grand Ina-Malioboro Mall, zona II Malioboro Mall- Hotel Mutiara, zona III Halte Trans Jogja 2 – simpang Suryatmajan, zona IV simpang Suryatmajan – simpang Pabringan dan zona V simpang pabringan sampai Titik Nol Kilometer. “Aturan zona dan memindai QR Code masih kami wajibkan bagi setiap pengunjung Malioboro,” ujar Ekwanto.

Secara terpisah Wakil Walikota Yogyakarte Heroe Poerwadi mengatakan pada masa libur panjang, Pemkot Yogyakarta berupaya menjaga keamanan dan kenyamanan dengan menerapkan protokol kesehatan. Terutama di tempat tujuan wisatawan, layanan umum dan ekonomi seperti hotel, restoran dan kafe. Termasuk melakukan operasi penegakan protokol Covid-19 dengan sanksi sosial bagi pelanggar.

“Tentu Anda tidak ingin membuat kenangan ketika berlibur di Yogya kena sanksi sosial harus menyapu jalan gara-gara melanggar protokol kesehatan. Makanya pastikan sehat, periksa rapid test maupun swab dan taati protokol kesehatan di manapun berada. Misalnya di Malioboro dibagi dalam lima zona dan setiap masuk zona harus scaning QR Code. Ikuti aturan jalan satu arah di pedestrian Malioboro untuk mengurangi papasan antar orang,” terang Heroe.
Menurutnya ketaatan menjalankan protokol kesehatan saat liburan itu untuk keamanan dan kenyamanan bersama. Terutama saling menjaga, melindungi dan menyelamatkan untuk kebangkitan kehidupan sosial ekonomi di tengah pandemi Covid-19.(Tri)

Read previous post:
Janda Dibakar Sampai Tewas Gara-gara Pacar Cemburu

Close