Janda Dibakar Sampai Tewas Gara-gara Pacar Cemburu

NANGGULAN (MERAPI)- Setelah sempat buron sebulan terakhir, ATP, pelaku pembakar janda warga Nanggulan, Kulonprogo, berhasil dibekuk polisi, Kamis (29/10). Ia ditangkap petugas saat sedang berjalan kaki di seputaran Pasar Cikli, Hargorejo, Kokap. Saat diinterogasi polisi dalam penangkapan, ATP mengakui perbuatannya membakar janda warga Nanggulan, Catur Atminingsih, hingga mengalami luka bakar serius dan meninggal dunia.
Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry menyampaikan, ATP ditangkap sekira pukul 08.00 WIB. Penangkapan bermula dengan adanya informasi dari anggota Polsek Pengasih yang mengetahui keberadaan ATP. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti petugas unit reskrim Polsek Pengasih bekerjasama dengan Polsek Nanggulan.

“Petugas melakukan penyelidikan ke wilayah Kokap dan Pengasih dengan penyisiran,” kata Jeffry.
Ia menambahkan, penyelidikan sudah dilakukan sejak Selasa (27/10) dengan wilayah sasaran di Tawangsari Pengasih dan Pasar Cikli. Pada Kamis (29/10), ATP diketahui melintas di seputaran Pasar Cikli sehingga langsung dilakukan penangkapan.
“Saat diinterogasi, ATP mengakui bahwa dialah yang membakar korban Catur Atminingsih. Ia kemudian dibawa ke Polsek Pengasih untuk diproses lebih lanjut,” imbuh Jeffry.

Saat ditangkap, ATP diketahui sedang berjalan kaki. Meski demikian, Jeffry belum bisa memberikan banyak keterangan karena hingga saat ini ATP masih diperiksa polisi.
“Rencananya Senin (1/11) kita adakan jumpa pers untuk kasus ini,” ucapnya.
Sebagai informasi, ATP merupakan pelaku pembakaran janda warga Banyuroto Nanggulan Kulonprogo, Catur Atminingsih. Keduanya diketahui memiliki hubungan spesial. Kuat dugaan, ATP nekat membakar Catur lantaran merasa cemburu. Usai membakar Catur, ATP langsung melarikan diri. Akibat peristiwa ini, Catur meninggal dunia karena mengalami luka bakar serius di bagian kepala.

Polisi sebelumnya juga telah menyatakan perbuatan ATP sebagai penganiayaan yang direncanakan. Ia akan dijerat dengan Pasal 351 atau 353 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.(Unt)

Read previous post:
ilustrasi
Korupsi Dana Desa Rp 1 M, Mantan Kades Dihukum 6 Tahun

Close