Penyetopan Liga Bunuh Karier Pemain

SLEMAN (HARIAN MERAPI) – Penundaan kompetisi mulai merugikan banyak klub. Sebagian besar klub membubarkan para pemainnya untuk memangkas dana operasional, di sisi lain dana sponsor juga tertunda karena liga tidak jadi diputar. Sementara para pemain juga tak kalah dirugikan. Karier mereka terancam plus peluang masuk Tim Nasional (Timnas) makin tertutup setelah PT LIB dan PSSI tidak kunjung memberi kepastian.

Para pemain PSS Sleman juga merasakan hal serupa, terpaksa mencari jalan lain untuk memenuhi kehidupan. Gelandang PSS, Efdal Prasetyo, sempat mengungkapkan akan pulang kampung lalu bertani jika liga benar-benar tidak dilanjutkan. Terbaru, bek Laskar Sembada, Dendy Agustan terpaksa putar otak dengan berbisnis untuk melanjutkan hidup. “Ya mau bagaimana, keadaan seperti ini pulang ke rumah, kuliah lalu bisnis untuk menyambung hidup,” terangnya, Selasa (28/10).

Ketidakpastian liga tidak hanya mengganggu ekonomi para pemain namun juga mental. Dendi sendiri mengakui kondisi psikologisnya dan rekan-rekan satu tim turun drastis setelah liga disetop. Namun, manajemen yang terus memberikan semangat pada para pemain jadi alasannya terus menjaga motivasi di tengah ketidakpastian liga. “Saya mengakui kondisi psikologis menurun, tapi tetap ada semangat yang diberikan manajemen dan teman-teman. Kami sampai sekarang terus memotivasi diri kok,” sambungnya.

Pihak PSSI dan PT LIB sendiri masih terus melobi pihak kepolisian agar bisa menurunkan izin liga bulan November. PT LIB bahkan sudah mengirimkan surat resmi pada kepolisian. Namun hingga Selasa (27/10) kemarin belum ada balasan dari Polri terkait permintaan izin tersebut. Direktur PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, tidak tahu alasan Polri belum memberi jawaban surat resmi tersebut. Namun ia berharap surat itu membuka jalan negosiasi agar izin bisa keluar.

“Kami tidak tahu kenapa belum dapat balasan. Kami harap segera ada respons. Soal isinya ya harapan lah agar Polri mengeluarkan izin,” bebernya.

Kemungkinan besar kompetisi Liga 1 dan Liga 2 akan kembali batal terlaksana pada November mendatang. Meski begitu, PSSI sudah masih punya dua opsi, yakni melanjutkan kompetisi pada Desember atau Januari 2021. Polri sendiri sebelumnya sudah menegaskan tidak akan memberi rekomendasi meski 18 klub ingin kompetisi dilanjutkan setelah menggelar pertemuan dengan PSSI dan PT LIB di Yogyakarta, 13 Oktober lalu. “Padahal kami juga sudah meyakinkan mereka bahwa kompetisi akan digelar dengan protokol ketat,” sambung Akhmad. (Des)

Read previous post:
INDONESIAN CUSTOM SHOW – Pameran Custom Pertama di Tengah Pandemi

ROAD to Indonesian Custom Show akan digelar di Hartono Mal, 29 Oktober sampai 1 November 2020, dan menjadi perhelatan pameran

Close