Tingkatkan Daya Saing, UMKM Kulonprogo Disasar Pelatihan

Anjangkerja Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo terhadap pelaku UMKM peserta pelatihan DAK. (HARIAN MERAPI-AMIN KUNTARI)

SEBAGAI upaya meningkatkan kualitas, kapasitas dan daya saing produk, sejumlah UMKM di Kulonprogo disasar pelatihan. Sumber dana yang digunakan Dinas Koperasi dan UKM untuk membiayai pelatihan tersebut berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Setelah mendapatkan pelatihan, para UMKM yang menjadi peserta kemudian dikunjungi Bupati dan Wakil Bupati Kulonprogo bersama pihak terkait. Kunjungan menyasar empat lokasi yakni di Kapanewon Panjatan, Kapanewon Girimulyo, Kapanewon Samigaluh dan Kapanewon Kalibawang.

“Anjangkerja ini menjadi upaya kami untuk memonitoring hasil pelatihan DAK,” kata Bupati Kulonprogo, Sutedjo, kemarin.

Lokasi pertama yang dikunjungi dalam anjangkerja yakni Kapanewon Panjatan. Di sana, bupati dan wakil bupati melihat hasil pelatihan pengolahan mi sehat berbahan sayur-sayuran tanpa MSG. Kemudian kunjungan kedua, berlokasi di Girimulyo untuk melihat hasil pelatihan pengolahan minuman teh.

Selanjutnya, kunjungan menyasar lokasi Samigaluh untuk  melihat hasil pelatihan yang mengolah minuman teh. Terakhir, kunjungan dilakukan di Kalibawang untuk melihat hasil pelatihan yang berbahan dasar dari pohon dan buah durian.

“Kegiatan anjangkerja kami harapkan dapat menjadi daya dorong dalam pemberdayaan dan peningkatan kapasitas, kualitas dan daya saing pelaku UMKM di Kulonprogo,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sutedjo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Koperasi UKM yang telah mengadakan kegiatan pelatihan DAK sehingga dapat membantu meningkatkan semangat berinovasi, produktivitas, kualitas produk dan kesejahteraan para pelaku UMKM di Kulonprogo.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulonprogo, Sri Harmintarti menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Pemkab, Baznas, para pelaku UMKM dan berbagai pihak yang telah mendukung kegiatan pelatihan DAK sehingga dapat berjalan lancar. Diharapkan, kegiatan ini dapat memotivasi UMKM Kulonprogo untuk lebih maju dan berkembang. Para pelaku UMKM yang tergabung dalam enam kelompok memperoleh bantuan dari Baznas Kulonprogo berupa peralatan produksi senilai Rp 40 juta. “Bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian nyata Baznas Kulonprogo terhadap pengembangan usaha ekonomi umat,” ujarnya. (Unt)

Read previous post:
Konferensi Skripsi Dukung Iklim Ilmiah

GUNA mendukung iklim ilmiah di kampus, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) banyak melakukan dan mendorong berbagai kegiatan ilmiah, baik di tingkat

Close