DUKUH TENGIRI II BANTAH SUNAT DANA BANTUAN-Pemalsuan Tanda Tangan Seizin Warga

KOKAP (MERAPI)- Tersangka korupsi dana bantuan warga terdampak corona, Kepala Dukuh Tegiri II, Hargowilis, Kokap, Kulonprogo, Sunarya (42) nampak tenang saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Kulonprogo, Selasa (27/10). Dia bersikukuh aksinya memalsukan tanda tangan warga tak salah. Sebab, tujuannya untuk mencairkan uang demi memeratakan penyaluran bantuan terutama bagi yang tidak dapat.
Saat dimintai keterangan, Sunarya berkilah bahwa pemotongan dana bantuan tersebut merupakan usulan dari warga. Nominal pemotongan bervariasi, mulai dari Rp 300.000 hingga Rp 600.000 per orang. Uang hasil pemotongan, menurut Sunarya, kemudian akan digunakan untuk memberi santunan kepada warga yang tidak menerima bantuan.
“Tapi memang saya belum sempat menyalurkan karena masih mengurus orangtua yang sakit,” kata Sunarya.

Dirinya mengklaim, pemalsuan tanda tangan tersebut sudah seizin warga yang bersangkutan. Ia juga sudah menjelaskan kepada warga secara lisan. Tindakan ini pun baru pertama kali dilakukan Sunarya setelah satu tahun menjabat sebagai Dukuh Tegiri II.
“Nominal pemotongan setiap orang tidak sama. Misalnya harusnya dapat Rp 1,8 juta, dipotong menjadi Rp 1,2 juta. Sisanya saya serahkan kembali ke penerima bantuan,” katanya.

Sunarya menambahkan, uang pemotongan berikut dana bantuan yang telah dicairkan menggunakan surat kuasa palsu belum digunakannya untuk kepentingan pribadi. Ia pun mengaku belum sempat menyerahkan uang tersebut kepada warga karena sedang sibuk mengurus orangtua yang sakit.
“Rencananya mau dikasih ke orangnya, tapi pas sampai rumah sudah ditangkap polisi,” ucapnya.
Meski demikian, polisi punya pandangan lain. Dari hasil pemeriksaan, aksi Sunarya sudah memenuhi unsur pidana. Ia kemudian dijerat Pasal 374 dan 372 KUHP tentang Penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Seperti diketahui, Kepala Dukuh Tegiri II, Hargowilis, Kokap, Kulonprogo, Sunarya (42) ditangkap petugas Sat Res Krim Polres Kulonprogo lantaran menggelapkan uang bantuan Covid-19 milik warganya. Dalam aksinya, Sunarya memalsukan tanda tangan warga untuk membuat surat kuasa pengambilan dana bantuan Covid-19, kemudian menyunat nominalnya demi kepentingan pribadi. (Unt)

Read previous post:
Kube Terima Bantuan Modal Rp 15 Juta

Close