Libur Panjang, Separo Lebih Kamar Hotal di Yogya Terpesan

UMBULHARJO (MERAPI)-Yogyakarta tetap menjadi jujugan wisatawan di masa pandemi Covid-19 selama libur panjang Maulid Nabi dan cuti bersama pekan ini. Terbukti hotel-hotel sudah mendapatkan pesanan kamar hingga separuh dari kapasitas saat libur panjang pekan ini. Pihak hotel pun berjanji menerapkan protokol kesehatan dengan ketat untuk mencegah penularan virus corona.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesai (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono menyebut rata-rata pesanan kamar hotel sekitar 55 persen untuk libur panjang pekan ini. Pesanan itu baik hotel bintang maupun non bintang di Yogyakarta. Wisatawan yang memesan berasal dari DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Sulewesi Selatan.
“Mereka mulai masuk ke hotel pada Rabu (28/10) dan rata-rata menginap selama dua hari. Ini menjadi angin segar bagi kami di masa pandemi Covid-19,” kata Deddy, Selasa (27/10).

Dia berharap selama libur panjang pekan ini, okupansi hotel bisa mencapai target 70-80 persen dan merata di semua sektor hotel. Kini hotel di sektor tengah dan utara yang masih tinggi. Menurutnya tingkat okupansi hotel 70 persen itu sesuai protokol kesehatan selama pandem Covid-19. Jika ada hotel yang mencapai 100 persen itu karena ada lama tinggal tamu dan kamar sebelum dilakukan disinfeksi.
“Tren reservasi hotel selama pandemi ini berubah. Biasanya tiga hari atau tujuh hari sebelumnya sudah pesan kamar. Sekarang sehari sebelumnya atau wisatawan langsung datang ke hotel,” tuturnya.
Dia mengatakan kini di DIY ada 123 hotel yang beroperasional dan 110 hotel di antaranya sudah terverifikasi protokol kesehatan. Pihaknya memastikan protokol kesehatan dijalankan di semua hotel yang menjadi anggota PHRI DIY. Ada satgas Covid-19 PHRI DIY yang terbagi di 5 wilayah untuk membina dan saling mengingatkan terkait protokol kesehatan di hotel. Terutama terkait kewajiban membawa surat keterangan non reaktif hasil rapid test bagi wisatawan dari kawasan zona merah.

“Surat hasil rapid test untuk tamu hotel dari zona merah itu mutlak. Tamu hotel juga wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Jika tidak mau, tidak usah menginap di Yogya. Hotel harus tegas dan jujur untuk melindungi tamu yang lain, karyawan dan properti,” terang Deddy.
Secara terpisah Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Yogyakarta Agus Winarto menyatakan menyiapkan sekitar 300 personel dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, dinas terkait, dibantu TNI dan Polri untuk pengamanan umum selama libur panjang pekan ini. Personel itu juga untuk giat penegakan protokol kesehatan di tempat-tempat keramaian wisatawan.
“Kami siapkan 160 personel untuk siang hari dan 150 personel untuk malam hari. Pengamanan liburan di sepanjang Tugu Yogyakarta, Malioboro dan Kraton. Jika yang tidak pakai masker akan dikenai sanksi sosial. Selama liburan kami ada juga operasi gabungan penegakan prokes untuk sasaran pelaku usaha,” pungkas Agus.(C-4)

Read previous post:
Klaster Keluarga Mendominasi, Pengambilan Swab Ditangani Puskesmas

KARANGANYAR (MERAPI) - Inveksi Covid-19 ke anggota keluarga pasien dan kontak eratnya makin menambah jumlah kasus di masa pandemi. Klaster

Close