Pemkot Yogya Soroti Kerumunan Antrean Pencairan Bantuan di Bank

YOGYA (MERAPI)- Kerumunan warga yang antre mencairkan bantuan usaha produkfi mikro melalui bank penyalur seperti Bank BRI di Kota Yogyakarta di masa pandemi Covid-19, menjadi perhatian. Pihak bank diminta memperbaiki mekanisme penyaluran bantuan agar tidak terjadi kerumunan antrean warga yang mengabaikan protokol kesehatan.
“Kami sudah mengingatkan kepada sejumlah bank melalui camat-camat di tiap wilayah. Kami minta untuk memperbaiki cara pembagiannya,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Hereo Poerwadi, Senin (26/10).
Dia menuturkan beberapa camat sudah melaporkan adanya kerumunan warga tidak menjalankan protokol kesehatan di bank yang menyalurkan bantuan dari pemerintah pusat itu. Para camat juga sudah bertemu dengan pimpinan kantor bank itu. Oleh sebab itu cara pembagian diminta diperbaiki.

“Kemarin ada yang kami hentikan sementara untuk memperbaiki cara pembagiannya. Kami sudah mengajarkan pembagian bantuan ketika di kantor pos, kecamatan dan kelurahan dengan diatur agar tidak terjadi kerumunan. Tapi ini bank kok malah timbul kerumunan,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Satpol PP Kota Yogyakarta Agus Winarto mengatakan, Satpol PP bersama TNI dan Polri sudah dilibatkan dalam menjaga penyaluran bantuan tunai dari pusat di bank-bank. Pihak bank sudah diminta mengatur agar menerapkan protokol kesehatan dalam penyaluran bantuan itu. Tapi diakuinya sulit, terutama untuk antrean warga di luar kantor bank karena masyarakat berharap cepat mendapat bantuan.

“Di dalam bank menerapkan protokol kesehatan dan jaga jarak yang ketat. Tapi yang di luar area itu sulit untuk mengendalikan. Kami harap yang di luar itu juga diatur agar tidak ada kerumunan,” papar Agus.
Pihaknya memberikan masukan ke bank penyalur, agar membuat mekanisme pencairan dengan penjadwalan undangan per jam. Dicontohkan seperti antrean tilang di kejaksaan yang dibuat ada undangan jadwal per jam untuk sekian orang. Dengan cara itu menurutnya orang akan datang pada jadwal jam, sehingga bisa mengurangi kerumunan.
“Itu masukan dari kami Tapi teknisnya memungkinkan atau tidak. Sebaiknya diatur karena kondisi masih pandemi Covid-19, sehingga perlu pencegahan,” tegasnya.(Tri)

Read previous post:
BPPTKG PERINGATI 10 TAHUN LETUSAN HEBAT GUNUNG MERAPI-Erupsi Berikutnya Diprediksi Semakin Dekat

Close