Laporan Palsu Perampokan Rp 140 Juta Terbongkar

PANJATAN (MERAPI)- Aksi perempuan warga Padukuhan Bojong X Panjatan Kulonprogo, NV (33), sempat menghebohkan warga Panjatan. Ia mengaku telah menjadi korban perampasan saat melintas di Tanjakan Sutorini, Cerme dan kehilangan uang tunai Rp 140 juta. Belakangan diketahui, peristiwa perampasan itu tidak terjadi. NV hanya mengarang cerita untuk dilaporkan kepada polisi.
Meski demikian, belum diketahui motif dia membuat laporan palsu. Kasubbag Humas Polres Kulonprogo, Iptu I Nengah Jeffry saat dihubungi Kamis (22/10) membenarkan peristiwa ini. Menurutnya, kasus laporan palsu tersebut saat ini masih ditangani Polsek Panjatan.
“Iya benar (ada kasus laporan palsu). Sekarang ditangani Polsek Panjatan,” katanya.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, NV mendatangi Mapolsek Panjatan bersama rekannya, Rochmah Rubiyanti (40) pada 16 Oktober sekira pukul 11.30 WIB. Kepada polisi, ia mengaku telah menjadi korban perampasan di Desa Cerme Panjatan, tepatnya di Tanjakan Sutorini.
Awal mula diceritakan, NV mengendarai motor matic bersama Rubiyanti. Sesampainya di tanjakan Sutorini, mereka dibuntuti dua orang laki-laki tidak dikenal yang berboncengan menggunakan motor jenis Suzuki FU warna hitam merah. Tas keduanya kemudian ditarik para pelaku hingga Rubiyanti jatuh. Para pelaku langsung tancap gas meninggalkan TKP ke arah timur. NV melaporkan, dirinya kehilangan uang tunai Rp 140 juta beserta cincin emas seberat 5,5 gram yang disimpan di dalam tas.

Petugas Polsek Panjatan bersama petugas Polres Kulonprogo kemudian melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Namun, polisi justru menemui kejanggalan. Sejumlah saksi mengaku tidak melihat adanya motor Suzuki FU melintas pada jam kejadian. Bahkan, CCTV di lokasi kejadian juga tidak merekam peristiwa tersebut. Polisi semakin ragu lantaran keterangan yang diberikan NV dengan Rubiyanti berbeda hingga akhirnya disimpulkan bahwa laporan tersebut ternyata palsu. NV tidak mengalami perampasan melainkan hanya mengarang cerita. Hingga saat ini belum diketahui, apa motif dari NV membuat laporan palsu.
“Tersangka tidak ditahan, namun dikenai wajib lapor,” kata Jeffry.(Unt)

Read previous post:
Positif Corona di Yogya Tambah 45 Pasien

Close